Sabaruddin Minta PTM Diliburkan Beberapa Pekan, Termasuk SMA dan Universitas

Balikpapan, Metrokaltim.com – Penyebaran kasus terkonfirmasi covid-19 di kota Balikpapan mengalami lonjakan, bahkan kasus didominasi anak-anak dengan presentasi mendekati 50 persen.

Menyikapi hal tersebut, Wakil Ketua DPRD Balikpapan, Sabaruddin Panrecalle meminta agar Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di sekolah agar diliburkan beberapa pekan.

Hal ini senada dengan Ketua DPRD Balikpapan Abdulloh yang juga meminta PTM untuk sementara dihentikan.

“PTM ini harusnya diliburkan dulu. Tetapi kalau hanya SD dan SMP, namun SMA dan Universitas tidak diliburkan yah sama juga,” ucap Sabaruddin, Senin (7/2/2022).

Untuk mencegah penyebaran kasus covid-19 yang meningkat, ia minta kesadaran masyarakat bersama, mengingat Balikpapan juga diterapkan sebagai zona merah.

“Balikpapan telah ditetapkan dalam zona merah. Jadi saya sejalan dan selaras dengan statmen Ketua DPRD, bahwa kami sepakat untuk meliburkan beberapa pekan,” akunya.

Sementara, Kepala Disdikbud kota Balikpapan Muhaimin mengatakan, sementara ini sekolah yang diliburkan baru tingkat SD dan PAUD. Untuk SMP, PTM dibatasi 50 persen per kelas dengan waktu seminggu dua kali.

“Kita memadukan SKB empat Menteri, bahwa pelajaran itu maksimum 50 persen karena kondisi di Balikpapan zona merah. Untuk PAUD dan SD kita laksanakan full daring,” tambah Muhaimin.

Tidak hanya itu, jika saat PTM berlangsung dan ada yang terkonfirmasi positif covid-19, maka sekolah tersebut diliburkan sementara, termasuk SMP.

“Minimal 5 hari setelah itu dilakukan proses tracing, apakah ada kontak erat dengan siswa lainnya,” ungkapnya.

(Mys/Ries)

Leave a Reply

Your email address will not be published.