Saleh Sebut Mekanisme Pelaksanaan Sudah Salah, Pilkate di Paser Diduga Malpraktik

Tana Paser, Metrokaltim.com – Sebagian warga RT 6 RW 6 Kelurahan Tanah Grogot menolak penetapan ketua RT terpilih secara aklamasi. Sebagai catatan, dalam pemilihan ketua RT (Pilkate) terdapat dua calon.

Dimana warga lainnya merasa keberatan. Karena dari awal dinilai sudah salah mekanismenya. Yang mana berhembus kabar, bahwa daftar hadir dijadikan rujukan atau patokan jika di pilih warga. Belum lagi lurah setempat telah mengeluarkan SK penetapan sesuai Perbup Nomor 70 tahun 2019.

Ini pun menjadi polemik. Dan sebagian warga menginginkan adanya Pilkate ulang. Hingga, Senin (12/4) dilakukan rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi I DPRD Paser. Dan disepakati untuk dilaksanakan pilkate ulang.

“Ya sudah disepakati bersama. Dan dengan kebijakan lurah, bakal dilaksanakan pemilihan ketua RT ulang,” kata Anggota Komisi I DPRD Paser, Muhammad Saleh, usai RDP kepada awak media.

Diakui Saleh, dari awal pelaksanaan Pilkate sudah salah. Karena Perbup Nomor 70 tahun 2019 tidak berjalan sesuai mekanisme. Yang mana dari dikatakannya, surat keputusan (SK) panitia juga salah. Dalam arti terjadi malpraktik.

“(Dalam panitia) tidak boleh melibatkan keluarga atau kerabat. Harus melibatkan tokoh masyarakat dan ada musyawarah mufakat. Tapi itu tidak dijalankan. Dan petahana, tak boleh terlibat,” terang Saleh.

Serta pernyataan dari lurah, yang menyatakan bahwa harus dilakukan pemilihan ulang. Karena dari awal sudah salah. Namun, disayangkan Saleh, lurah mengeluarkan SK pengunduran diri untuk salah satu calon.

“Dan tiga kali dipanggil (salah satu calon) untuk mengundurkan diri. Diminta legowo, itu tidak boleh. Karena bahasanya ini ada tekanan. Alhamdulillah, disepakati untuk pemilihan ulang,” tutup Saleh.

(riyan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *