Sepekan Setelah Banjir, Korban Butuh Peralatan Salat, Perabotan Rumah Tangga dan Kelambu

Barabai, Metrokaltim.com – Banjir yang terjadi Kamis (14/1) lalu, khususnya di Desa Baru atau Waki, Kecamatan Batu Benawa, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) memporak-porandakan bangunan yang ada.

Rumah warga, tempat ibadah, sekolah dan fasilitas lainnya rusak. Jembatan pun terputus. Tak terhitung, besarnya kerugian materi yang dialami warga. Saat ini mereka hanya mengharapkan datangnya bantuan. Dan tidak kalah dibutuhkan, yakni senter, perlengkapan salat, kelampu maupun tikar.

Bantuan demi bantuan terus berdatangan. Baik dari Kalimantan Tengah maupun Kalimantan Timur. Pun dengan daerah lain di luar Pulau Borneo (Kalimantan, Red). Khusus di Kaltim sendiri, sepanjang poros Jalan Negara Lintas Kaltim-Kalsel, terlihat kendaraan, baik pikap, truk, mobil pribadi, tak henti mengantarkan bantuan.

Asal kendaraan yang mengantar bantuan, bisa dilihat dari plat maupun spanduk kecil yang terpasang di mobil. Diantaranya dari Kabupaten Paser, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kota Balikpapan dan Kota Samarinda. Sebagian bantuan dari organisasi masyarakat (ormas) kedaerahaan, komunitas, relawan, paguyuban, maupun hasil dari aksi sosial berupa galang dana yang dilakukan di beberapa ruas jalan kota atau kabupaten.

Kondisi terkini pasca banjir yang melandan Kalimantan Selatan.

Pantauan dari awak media ini, Rabu (20/1) Sepekan pasca kejadian banjir. Sebagian warga, terlihat sibuk membersihkan dan merapikan puing-puing bangunan, membersihkan perabotan rumah tangga yang berubah warna menjadi kecokelatan bercampur lumpur, menjemur berkas yang basah. Dan lainnya, disibukkan dengan memilah pakaian layak pakai untuk dirinya.

Para korban pun terlihat bersemangat, setibanya mobil yang membawa bantuan menyetopkan kendaraan. Ada yang langsung menyambut, berteriak dari kejauhan. Popok bayi-balita, pakaian dalam, serta perlengkapan mandi dan peralatan salat pun tak lupa diteriakkan. Pun terlihat tertib saat mengantre air bersih.

“Ada beras, aku mau pampers,” ucap salah satu korban banjir sembari mengantre.

Tak hanya bantuan berupa pakaian layak pakai yang dibutuhkan. Dari beberapa pembicaraan dengan warga, mereka saat ini membutuhkan perlengkapan salat dan perlengkapan memasak. Mengingat perabotan rumah tangga semuanya hanyut terbawa banjir.

“Ya pakaian sudah banyak. Saat ini kami tak kalah butuh adanya kelambu, tikar, panci, mukena dan senter,” ujar seorang warga, Fitri.

Tak banyak yang bisa diselamatkan. Hanya pakaian yang dimelengket di badan saat itu. Karena air sungai tiba-tiba meluap dan banjir. Selain bantuan terus berdatangan, terlihat jaringan listrik di lingkungan sekitar pun mulai diperbaiki. Diinformasikan, banjir yang terjadi di HST, setidaknya 8 ribu jiwa mengungsi dan 68 ribu warga terdampak.

(sya/riyan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *