Singgung Keterbukaan Identitas Pasien Positif Corona Dipembahasan PPKM, Rahmadi: Jangan Tebang Pilih, Pokoknya Umumkan!

Tana Paser, Metrokaltim.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Paser bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Satuan Petugas (Satgas) Pencegahan dan Penyebaran Covid-19, Senin (1/2) melaksanakan rapat evaluasi dari penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) jilid I.

Pembahasan evaluasi yang dilakukan di ruang rapat Sadurengas, kantor bupati Paser, turut dihadiri anggota DPRD, Rahmadi mewakili unsur pimpinan DPRD Kabupaten Paser. Pada dasarnya. Terlepas dari pembahasan PPKM, dia menyampaikan adanya virus varian baru, mutasi dari virus sebelumnya.

“Bahkan ada mutasi, bukan lagi virus corona. Tapi bermutasi, yaitu virus jenis D614G, dan ini penyebarannya sangat cepat,” kata Rahmadi.

Terkait dengan itu, Rahmadi meminta Satgas Covid-19 untuk tak pernah memberikan penyuluhan kepada masyarakat. Termasuk virus jenis D614G. Bahkan, jika ada pejabat atau siapapun terjangkit Covid-19 untuk identitas dipublikasikan.

Anggota DPRD Paser, Rahmadi (tengah).

“Jadi setiap ada yang kena (terkonfirmasi positif) baik pejabat, pimpinan perusahaan, anggota DPRD. Jangan tebang pilih, sampaikan,” tegas politisi Partai Golkar ini.

Diketahui, virus jenis D614G mutasi Covid-19 sudah masuk di Kota Balikpapan. Ya. Kota Balikpapan sendiri, cukup berdekatan dengan Kabupaten Paser. Bahkan, tingginya kasus Covid-19 di Balikpapan, disebabkan mutasi virus. Yang dominan menjangkiti pasien adalah varian baru itu.

Virus jenis D614G yang telah bermutasi memiliki kemampuan penularan lebih cepat. Dan masa inkubasinya lebih singkat. Covid-19 Wuhan butuh 14 hari inkubasi. Namun jenis baru ini, cukup tiga hari bisa timbul gejala.

“Jadi siapapun yang terkonfirmasi positif. Jangan disembunyi-sembunyikan, pokoknya umumkan,” lantang Rahmadi.

Dirinya mengajak kepada semua pihak untuk proaktif dalam mengimbau masyarakat. “Baik satgas, kita semua proaktif menyampaikan kepada masyarakat bahwa virus ini memang ada dan berbahaya,” pungkasnya.

(adv/sya/riyan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *