Terobosan Baru Ekspor Merine Product ke China dari Balikpapan

Balikpapan, Metrokaltim.com – Ada sekitar 7 ton komoditi perikanan Balikpapan (kepiting bakau) di ekspor ke China. Kegiatan perdana ini merupakan sebuah terobosan dalam hal ekspor merine product (kepiting bakau).

Angkasa Pura Balikpapan bersama Pemerintah Kota, Kadin dan Balai Karantina Balikpapan serta Bea Cukai mengekspor kepiting bakau melalui bandara Sepinggan tujuan China.

Pelepasan perdana dilakukan di area cargo bandara oleh Rizal Effendi, GM AP Indonesia Balikpapan Barata Singgih, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Riza Indra, eksportir Muhammad Yaser, Ketua Kadin Balikpapan Yasser, pada Rabu (17/03).

Barata Singgih Riwahono mengatakan, dengan adanya ekspor langsung ke China dari Balikpapan ini melalui Bandara SAMS Sepinggan tentunya aka menjadi nilai tambah.

“Khususnya Balikpapan, dengan dilaunchingnya ekspor langsung dari Balikpapan ke China ini sudah tentu berdampak positif bagi Angkasa Pura 1 dan juga jadi nilai tambah bagi Balikpapan dengan ekspor langsung kepiting bakau ini nilai devisa ekspor akan diterima langsung kota Balikpapan,” ujar Barata Singgih Riwahono.

Dari angkasa pura pengelola bandara akan mendukung ekspor apapun. Ini dimulai merine produk dan akan diikuti produk lainnya pertanian dan lainnya.

“Tentunya kami sebagai pengelola bandara akan menyambut baik, mendukung ekspor,” jelasnya.

Menurutnya, Kapasitas kemampuan dari eksportir besar tergantung maskapai atau airline. Selain China ada ekspor Singapura dan Johor seminggu dua kali. Selasa dan Kamis.

Dirinya mengajak pengusaha lainnya khusus di Indonesia bagian timur untuk memanfaatkan peluang ekspor langsung dari Balikpapan ke negara tujuan. Jadi yang selama ini lewat Jakarta sekarang sudah bisa dilakukan di Balikpapan. Untuk daerah Kalimantan bagian timur. Kemampuan SMAS melakukan ekspor ke negara tersebut.

“Kami juga akan koordinasi dengan pelaku produk perikanan di beberapa daerah,” akunya.

Pemerintah Kota Balikpapan memberikan apresiasi terhadap pihak Angkasa Pura Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan yang telah mendukung kegiatan ekspor kepiting bakau ke luar negeri. 

Rizal Effendi mengatakan, adanya ekspor kepiting bakau ini bukti dari adanya kerja sama semua pihak, baik pengusahanya, Angkasa Pura, Bea Cukai, Balai Karantina untuk membuka keran ekspor ini.

“Selama di Kaltim dan Balikpapan, selama ini banyak kegiatan-kegiatan usaha walaupun operasionalnya di Kaltim, tetapi nilai manfaatnya di ambil dari daerah luar Kaltim,” papar Rizal.

Dia menambahkan, selama ini banyak perusahaan yang operasionalnya di Balikpapan, tetapi bayar pajaknya malah di luar Balikpapan, akibat BPH pajaknya bukan Balikpapan yang terima.

“Selama ini ekspor laut barangnya dari Kaltim, namun tidak langsung dikirim keluar negeri, tetapi melalui Surabaya atau Jakarta, nah ini terobosan Bandara Sepinggan sangat memungkinkan dilakukan ekspor langsung karena bandara ini internasional,” terangnya.

Kedepan dirinya berharap Bandara menggandeng dari lain seperti Kalsel, Sulbar, Sulteng atau Kaltara bagi yang ingin mengirimkan barangnya ke ekspor luar negeri bisa melewati bandara Sepinggan tanpa harus ke Surabaya atau Jakarta.

“Ini bisa kami lakukan karena bandara sepinggan mencakup internasional, sehingga pajaknya bisa jadi pemasukan PAD bagi kota Balikpapan,” pungkasnya Rizal.

(Mys/riyan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *