Wisata Ditutup, Mangrove Center Balikpapan ‘Dipercantik’, Agus Bei: Kita Semua Punya Tanggung Jawab Menanggulangi Pandemi

Balikpapan, Metrokaltim.com – Tidak semua pelaku sektor wisata mengeluh akibat penutupan wisata imbas pandemi Coronavirus disease 2019 (Covid-19). Seperti Agus Bei, pengelola Mangrove Center Balikpapan.

Ia justru menyambut positif kebijakan Pemerintah Kota Balikpapan yang menutup desitinasi pariwisita dalam rangka penanggulangan Covid-19. Selama penutupan ini, Agus bersama timnya memanfaatkan untuk ‘mempercantik’ Mangrove Center Balikpapan.

Kepada Metro Kaltim, Agus mengaku sudah menerima surat edaran Wali Kota Balikpapan tentang penutupan wisata akibat pandemi Covid-19. Demi menaati surat tersebut, Agus menutup akses kunjungan Mangrove Center pada 24 Desember lalu. Penutupan ini akan berlangsung selama 10 hari.

“Akan kembali dibuka pada tanggal 3 Januari 2021,” kata Agus ditemui di Mangrove Center Balikpapan di Perumahan Graha Indah, Kelurahan Graha Indah, Balikpapan Utara, Jumat (25/12).

Agus benar-benar tak mempersoalkan penutupan wisata ini. Karena disadarinya kebijakan tersebut sangat penting demi mepercepat penanggulangan pandemi Covid-19. Selain itu juga untuk menjaga kesehatan para pekerja Mangrove Center Balikpapan.

“Ya, kami juga menjaga (menanggulangi Covid-19), jangan sampai teman-teman kita yang ada di Mangrove Center ini ikut terpapar Covid-19,” terang pria berkumis ini.

Agus lantas mengajak seluruh lapisan masyarakat, khususnya para pelaku sektor parwisata, untuk mendukung penuh upaya pemerintah menanggulangi pandemi Covid-19. Karena tanpa langkah yang nyata dari semua pihak, kata Agus, akan sangat sulit menyelesaikan masalah kesehatan ini.

“Kita masyarakat juga bertanggung jawab untuk bagaimana dapat mengurangi Covid-19. Kedisipinan (protokol kesehatan) ini tentu menjadi tugas kita juga. Karena kalau kita enggak disiplin bagaimana Covid-19 ini bisa berkurang kedepannya,” ujarnya.

Agus pun mengaku, jauh hari sebelum pemerintah menutup pariwisata, pihaknya sudah menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Yakni menyediakan tempat cuci tangan, mengimbau penggunaan masker kepada para pengunjung dan pengelola, menerapkan jaga jarak, serta mengurangi jumlah pengguna perahu oleh para wisatawan yang ingin berkeliling Mangrove Center.

“Yang di perahu ini juga kami kurangi, yang tadinya fulnya (kapasitas perahu) sepuluh orang, kami kurang tiga, jadi cuma tujuh orang saja,” bebernya.

Sekali lagi, Agus menekankan, semua ini dilakukan demi mempercepat penanggulangan pandemi. Dia pun memastikan, bila nanti pemerintah kembali membuka pariwisata, Mangrove Center tetap bakal menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

“Tentunya di Mangrove Center ini juga, setelah nantinya dibuka kembali, tetap menerapkan protokol kesehatan. Karena ini tentunya buat kita juga,” tegasnya.

Agus lantas membeberkan upaya yang akan dilakukan pihaknya selama penutupan parwisata ini. Kata dia, Mangrove Center akan berbenah. Yakni memperbaiki serta merapikan fasilitas wisata, pembersihan sampah, memperluas lantai hingga penambahan akses jalan menuju Mangrove Center.

Khusus akses jalan baru, Agus menjelaskan, yakni menemukan titik Mangrove Center dengan Kantor Kelurahan Graha Indah. Saat ini, proyek tersebut sudah masuk tahap pembukaan jalan dan semenisasi. Dia menargetkan, proyek ini akan rampung pada 2021.

“Insyaallah, tahun yang akan datang ini bisa tembus. Minimal kami sudah membuka jalan itu. Sehingga nanti jalan tersebut bisa dimanfaatkan oleh masyarakat dalam pengembangan ekonomi. Karena dengan adanya objek wisata ini bisa mengembangkan ekonomi masyarakat,” pungkasnya.

(sur/ryan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *