Graha Indah Jadikan Bawang Tiwai Ikon Ekonomi Lokal
BALIKPAPAN, Metrokaltim.com – Kelurahan Graha Indah, Balikpapan Utara (Balut), mulai mengarahkan pengembangan wilayahnya pada penguatan ekonomi berbasis potensi lokal. Salah satu langkah strategis yang diambil adalah menjadikan bawang tiwai sebagai ikon unggulan kelurahan, untuk mendorong kemandirian UMKM dan ketahanan pangan warga.
Lurah Graha Indah, Muhammad Arif Rachman mengatakan, pengangkatan bawang tiwai sebagai ikon berangkat dari kebutuhan nyata pelaku UMKM di wilayahnya. Selama ini, salah satu UMKM di Graha Indah memproduksi wedang dayak berbahan dasar bawang tiwai, namun bahan bakunya masih bergantung pada pasokan dari luar wilayah.
“Padahal produk olahan bawang tiwai ini sudah menembus pasar ekspor ke Asia dan Eropa. Permintaan tinggi, tetapi bahan baku belum bisa dipenuhi dari dalam kelurahan,” ucap Arif saat dihubungi awak media, Sabtu (7/2/2026).
Melihat peluang tersebut, kelurahan berinisiatif mengembangkan budidaya bawang tiwai secara mandiri dengan melibatkan langsung masyarakat. Arif menilai langkah ini tidak hanya menguntungkan UMKM, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi warga yang memiliki lahan produktif.
“Kalau bahan baku bisa diproduksi sendiri, hasil panen bisa langsung diserap UMKM. Ini akan berdampak langsung pada peningkatan pendapatan masyarakat,” jelasnya.
Sejumlah wilayah seperti RT 67, RT 8, dan sebagian RT 62 dinilai masih memiliki potensi lahan untuk pengembangan bawang tiwai. Selain mendukung UMKM, program ini juga sejalan dengan upaya penguatan ketahanan pangan di tingkat kelurahan.
Sebagai tahap awal, Kelurahan Graha Indah akan menggelar pelatihan budidaya bawang tiwai, mulai dari pembibitan, penanaman, hingga panen. Pelatihan akan melibatkan pelaku usaha sebagai narasumber, serta diikuti ketua RT dan warga yang memiliki potensi lahan.
“Kami ingin program ini berjalan berkelanjutan, bukan hanya seremonial. Karena itu, peran aktif masyarakat menjadi kunci,” imbuhnya.
Pelatihan tersebut direncanakan bersamaan dengan peresmian Koperasi Merah Putih di Graha Indah. Koperasi ini nantinya berfungsi sebagai wadah promosi, pemasaran, dan distribusi informasi produk bawang tiwai serta UMKM lainnya.
Selain bawang tiwai, Graha Indah juga memiliki UMKM lain yang telah berkembang, seperti produksi bunga telang di RT 45 yang telah mengantongi izin PIRT. Produk-produk lokal tersebut selama ini mendapat pendampingan dan fasilitasi promosi dari Dinas Koperasi, UMKM, dan Perindustrian Balikpapan.
“Kami ingin punya satu ikon yang kuat, tetapi tetap mengembangkan potensi lain seperti wisata mangrove, pengolahan sampah, dan UMKM lokal lainnya,” tegasnya.
Camat Balut, Umar Adi mengapresiasi langkah Kelurahan Graha Indah yang dinilainya inovatif dan sesuai dengan karakter wilayah. Ia menyebut program tematik bawang tiwai sebagai contoh pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal yang terarah.
“Ini menunjukkan keseriusan kelurahan dalam membangun ekonomi masyarakat secara berkelanjutan, sekaligus memperkuat peran PKK dan UMKM,” ujar Umar.
Penulis: Rie
Editor: Alfa
8
