BAKTI Komdigi Tanam Terumbu Karang di Maratua, Dorong Konektivitas dan Kelestarian Lingkungan

BERAU, Metrokaltim.com – Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) tidak hanya fokus membangun infrastruktur telekomunikasi di wilayah terluar Indonesia.

Dalam kunjungan kerja ke Pulau Maratua, Kabupaten Berau, Kaltim, BAKTI juga menginisiasi kegiatan penanaman terumbu karang sebagai bentuk dukungan terhadap pelestarian lingkungan dan penguatan ekonomi masyarakat pesisir.

“Pembangunan wilayah perbatasan dan pulau-pulau terluar saat ini tidak hanya berorientasi pada aspek kedaulatan negara, tetapi juga harus memperhatikan keberlanjutan ekonomi dan kelestarian lingkungan hidup,” ucap Direktur Utama BAKTI Komdigi, Fadhilah Mathar, Jumat (12/6/2026).

Menurutnya, perubahan paradigma pembangunan tersebut menjadi dasar bagi BAKTI untuk menghadirkan program yang tidak hanya berfokus pada penyediaan akses internet, tetapi juga mendukung upaya konservasi alam.

“Wilayah perbatasan tidak hanya memiliki fungsi menjaga kedaulatan negara. Ada dua fungsi penting lainnya, yakni fungsi ekonomi dan fungsi kelestarian lingkungan hidup. Karena itu, setiap kunjungan kami juga memperhatikan aspek ekonomi dan keberlanjutan lingkungan,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut, BAKTI bersama pengelola resort dan insan media melakukan penanaman bibit terumbu karang di perairan Laut Sulawesi, kawasan yang menjadi bagian dari ekosistem laut Pulau Maratua.

Program ini diharapkan dapat membantu menjaga keanekaragaman hayati laut, sekaligus mendukung sektor pariwisata yang menjadi salah satu sumber ekonomi masyarakat setempat.

“Kami menginisiasi penanaman bibit terumbu karang bersama pihak resort dan media. Bibit-bibit tersebut sudah ditanam di laut, dan kami berharap dapat tumbuh dengan baik sehingga ketika kami kembali ke Maratua di masa mendatang, kondisinya akan semakin indah dan memberikan manfaat bagi lingkungan maupun masyarakat,” katanya.

Selain mendukung pelestarian lingkungan, BAKTI juga terus mendorong peningkatan layanan telekomunikasi di Pulau Maratua. Ia mengungkapkan bahwa saat ini sudah terdapat operator telekomunikasi yang mulai menghadirkan layanan di wilayah tersebut.

“BAKTI berperan sebagai fasilitator yang membantu penyedia layanan telekomunikasi memperoleh data dan informasi yang dibutuhkan untuk mengembangkan jaringan di daerah yang masih memiliki keterbatasan akses,” ujarnya.

Maratua saat ini sudah mulai dilayani oleh provider. BAKTI mendukung apabila ada operator yang ingin masuk ke wilayah tersebut, salah satunya dengan menyediakan data yang diperlukan.

“Kami secara rutin melakukan koordinasi dengan berbagai pihak di Kementerian Komdigi untuk memastikan kebutuhan pembangunan infrastruktur telekomunikasi dapat dipenuhi,” imbuhnya.

Dia menjelaskan, pemerintah pada prinsipnya mengutamakan pembangunan jaringan oleh sektor swasta. Namun, apabila suatu wilayah dinilai belum layak secara ekonomi atau finansial untuk dikembangkan oleh operator, maka pemerintah akan hadir melalui program dukungan dan intervensi pembangunan.

“Pada dasarnya kami ingin wilayah-wilayah tersebut dibangun oleh operator swasta. Namun jika setelah dilakukan perhitungan ternyata belum ekonomis, maka pemerintah perlu memberikan bantuan. Karena itu seluruh data yang kami miliki kami sampaikan secara terbuka kepada pihak swasta agar mereka dapat melihat potensi yang ada,” akunya.

Fadhilah menambahkan, tujuan utama pembangunan infrastruktur telekomunikasi oleh BAKTI adalah menciptakan masyarakat yang semakin mandiri secara digital. Salah satu indikator keberhasilannya adalah ketika masyarakat tidak lagi bergantung pada bantuan pemerintah untuk memperoleh akses telekomunikasi dan internet.

“Masyarakat yang telah memiliki daya beli dan akses yang memadai akan mampu menikmati layanan digital yang disediakan secara komersial oleh operator telekomunikasi,” terangnya.

Tugas BAKTI adalah mendorong masyarakat menjadi lebih mandiri. Salah satu indikator kemandirian tersebut ketika masyarakat tidak lagi memerlukan bantuan pemerintah, karena sudah mampu mengakses layanan yang disediakan oleh sektor komersial atau swasta. 

“Karena itu, data dan potensi wilayah selalu kami sampaikan kepada para penyedia layanan,” katanya.

Melalui kombinasi pembangunan infrastruktur digital dan program pelestarian lingkungan, BAKTI berharap Pulau Maratua dapat berkembang menjadi kawasan yang tidak hanya terhubung secara digital, tetapi juga memiliki ekosistem alam yang terjaga dan mampu mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.

Penulis : Rie

Editor: Alfa

53

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *