BAKTI Komdigi Tinjau Dampak Infrastruktur Telekomunikasi di Pulau Maratua, Warga Harapkan Peningkatan Kualitas Layanan
BERAU, Metrokaltim.com – Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) melakukan kunjungan lapangan melalui kegiatan Infrastructure Tour 2026 ke Pulau Maratua, Kabupaten Berau, Kaltim.
Kegiatan tersebut dilakukan untuk mengevaluasi dampak pembangunan infrastruktur telekomunikasi dan akses internet terhadap kehidupan masyarakat di wilayah terluar Indonesia.
Dalam kunjungan itu, rombongan BAKTI meninjau sejumlah fasilitas dan layanan publik yang telah memanfaatkan konektivitas digital, di antaranya sekolah, kampung, kantor desa, Pos Angkatan Laut (Pos AL), serta titik layanan internet 4G di Desa Bohe Silian.
Direktur Utama BAKTI Komdigi, Fadhilah Mathar mengatakan, hasil evaluasi di lapangan menunjukkan bahwa pembangunan infrastruktur telekomunikasi telah memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Pulau Maratua.
Meski demikian, masyarakat masih menginginkan peningkatan kualitas dan pemerataan layanan internet.
“Dari hasil evaluasi yang kami temui, banyak manfaat yang telah dirasakan masyarakat dari hadirnya akses internet dan sinyal 4G. Namun masyarakat masih menuntut peningkatan kualitas layanan,” ujar Fadhilah saat ditemui awak media di Tanjung Redeb, Jumat (12/6/2026).
Menurutnya, kebutuhan masyarakat terhadap layanan internet yang lebih baik merupakan hal yang wajar. Saat ini, internet tidak lagi hanya digunakan sebagai sarana komunikasi, tetapi juga menjadi kebutuhan penting untuk mendukung aktivitas ekonomi, pendidikan, hingga pelayanan publik.
Ia menilai tingginya harapan masyarakat terhadap kualitas jaringan digital menunjukkan meningkatnya kesadaran akan pentingnya teknologi dalam menunjang produktivitas dan kesejahteraan.
“Kami meyakini bahwa harapan masyarakat ini didasarkan pada keinginan untuk memanfaatkan internet demi meningkatkan produktivitas dan ekonomi mereka,” katanya.
Fadhilah menegaskan, bahwa pembangunan ekosistem digital di wilayah kepulauan seperti Maratua tidak dapat dilakukan oleh pemerintah pusat saja. Diperlukan sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, pemerintah desa, sektor swasta, serta masyarakat setempat agar manfaat transformasi digital dapat dirasakan secara maksimal.
Menurutnya, kolaborasi lintas sektor sangat penting untuk memastikan infrastruktur yang telah dibangun dapat dimanfaatkan secara optimal dan berkelanjutan.
“Saya berharap kami semua dapat bekerja sama. Bukan hanya pemerintah pusat melalui Kementerian Komdigi, tetapi juga pemerintah provinsi, kabupaten, desa, sektor swasta, dan masyarakat setempat untuk bersama-sama memajukan Maratua,” ujarnya.
Lebih lanjut, Fadhilah menekankan bahwa keberhasilan pembangunan jaringan internet dan layanan 4G harus diukur dari dampaknya terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat.
Ia berharap infrastruktur telekomunikasi yang telah tersedia mampu mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, membuka peluang kerja baru, serta meningkatkan kualitas pendidikan di wilayah tersebut.
“Kami berharap seluruh instalasi internet maupun sinyal 4G yang telah dipasang dapat mendorong produktivitas masyarakat. Ketika produktivitas meningkat, maka ekonomi akan tumbuh, lapangan kerja bertambah, dan sektor pendidikan juga akan semakin berkembang,” jelasnya.
Ia juga mengaitkan pembangunan konektivitas digital dengan visi pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045. Kata dia, target tersebut hanya dapat dicapai melalui pembangunan yang dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan sejak sekarang.
Ia menyebut penguatan infrastruktur digital harus menjadi salah satu prioritas utama dalam beberapa tahun ke depan, termasuk memastikan seluruh kawasan permukiman memiliki akses internet yang memadai dan berkualitas.
“Target Indonesia 2045 tidak bisa dicapai secara instan. Prosesnya panjang dan harus dimulai dari saat ini. Karena itu, penguatan konektivitas harus terus dilakukan pada 2026, 2027, dan tahun-tahun berikutnya,” terangnya.
BAKTI menargetkan peningkatan kapasitas layanan internet di berbagai wilayah, termasuk kawasan terluar dan terdepan, sehingga masyarakat dapat memanfaatkan teknologi digital secara maksimal untuk mendukung aktivitas ekonomi, pendidikan, kesehatan, dan pelayanan pemerintahan.
Dengan semakin baiknya kualitas konektivitas, digitalisasi diharapkan mampu menjadi pendorong utama peningkatan produktivitas masyarakat, sekaligus mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah, termasuk di Pulau Maratua dan wilayah kepulauan lainnya di Indonesia.
Penulis : Rie
Editor: Alfa
65
