Metro Kaltim

Bonyok Gegara Diteriaki Maling, Ini yang Sebenarnya Terjadi Dikasus Pengeroyokan di Balikpapan Timur

Balikpapan, Metrokaltim.com – Warga di kawasan Lamaru, Balikpapan Timur, heboh lantaran ada seorang pria bernama Hendra Saputra alias Rapli (28) diduga melakukan pembegalan, beberapa waktu lalu. Namun polisi memastikan Rapli bukan begal.

Untuk diketahui, kejadian ini terjadi di Jalan Mulawarman, Lamaru, pada Selasa (24/9), sekira pukul 16.00 Wita. Saat itu, Rapli diteriaki maling oleh warga. Tanpa basa-basi, warga lainnya yang mendengar langsung menangkap Rapli dan mengahajarnya hingga babak belur.

Pria nahas tersebut sampai jatuh tersungkur akibat dihajar massa. Beberapa warga lantas merekam video dan memfoto Rapli dengan kondisi berdarah-darah. Rekaman-rekaman tersebut kemudian di-posting di media sosial. Celakanya, postingan tersebut dibubuhi caption “pelaku begal dihajar massa”.

Kapolsek Balikpapan Timur, Kompol Suhartanta memastikan, Rapli bukan begal. Melainkan tersangka kasus dugaan penipuan handpone dan sepeda motor. Hal ini diketahui setelah pihaknya mengintrogasi pria 28 tahun itu lebih dalam.

“Hoaks (bukan begal, Red), sementara ini masih kasus penipuan. Tapi masih kami kembangkan lagi,” katanya kepada wartawan, Rabu (25/9).

Lebih lanjut, pria dengan panggilan Hartanta itu meceritakan awal mula kejadian ini. Kata dia, semua ini berawal pada Senin (23/9) sore. Saat itu Rapli minta tolong kepada temannya di Muara Rapak, Balikpapan Utara, Wahyu, untuk diantarkan ke kawasan Gunung Kawi, Balikpapan Tengah. Tujuannya, Rapli hendak meminta uang kepada kakaknya.

Namun, lantaran sibuk, Wahyu tak bisa menuruti permintaan tersebut. Dia lantas menyuruh teman lainnya untuk mengantar Rapli. Teman Wahyu yang belum diketahui identitasnya itu bersedia mengantarkan Rapli. Sekira pukul 17.00, berangkatlah mereka menggunakan sepeda motor jenis Honda Scoopy milik Wahyu.

Polisi saat mengamankan Rapli dari amukan massa.

Setibanya di Gunung Kawi, Rapli tak menemui keluarganya yang dituju, ia meminta untuk diantarkan ke daerah Markoni, Balikpapan Kota. Di sana Rapli meminjam ponsel Samsung J7 kepada yang mengantarkannya. Modusnya hendak menghubungi kakaknya. “Padahal dia (Rapli) tidak benar-benar menelepon,” beber kapolsek.

Agar lebih meyakini korbannya, Rapli pura-pura menelepon sambil berjalan menuju salah satu gang. Di saat inilah aksi jahat warga Balikpapan Timur itu dimulai. Ketika teman Wahyu lengah, dia kabur membawa handpone-nya.

Berhasil kabur, Rapli kemudian menjual Hp Samsung J7 kepada salah satu sopir angkot dengan harga murah, sekitar Rp 400 ribu. Setelah itu dia pulang ke rumahnya di Balikpapan Timur.

“Berdasarkan keterangan tersangka, hasil penjualan Hp ini sebagian diberikan kepada istrinya Rp 200 ribu dan sisanya digunakan untuk membeli minum-minuman alkohol,” urai Hartanta.

Wahyu pun berinisiatif mencari Rapli di kawasan Balikpapan Timur. Pria kurus berkulit hitam itu akhirnya ditemukan pada Selasa sore. Mengenakan kaos merah, Rapli terlihat berada di dalam sebuah angkot yang saat itu berjalan dari Teritip menuju Manggar.

Tanpa pikiri panjang, Wahyu dan beberapa teman lainnya langsung menyetop angkot tersebut dan menyuruh Rapli turun. Wahyu dan teman-temannya yang sudah kadung emosi langsung menghajar Rapli habis-hasbisan.

Saat ditanya oleh warga, Wahyu menyebut Rapli adalah maling. Hal ini membuat warga ikut geram. Jadilah Rapli dihakimi massa. Petugas Polsek Balikpapan Timur yang mendapat laporan kejadian ini langsung bergegas mendatangi TKP dan mengamankan Rapli.

“Akibat amukan massa, Rapli mengalami luka di bagian kepala dan dijahit sebanyak enam jahitan di Puskesmas Manggar. Kemudian memar di bagian punggung belakang sebelah kanan, mata lebam, dan sakit sesak di dada,” sebut Hartanta.

Saat dimintai keterangan oleh petugas kepolisian, Wahyu mengaku sepeda motornya juga dicuri oleh Rapli. Namun, saat petugas kepolisian mengonfirmasi hal ini kepada Rapli, ia tidak mengakui telah membawa kabur sepeda motor tersebut.

“Kami menyarankan kepada korban Wahyu untuk melaporkan penggelapan sepeda motor ini ke Polsek Balikpapan Utara,” tandasnya.

(sur/riyan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *