Metro Kaltim

Pelaku Jambret di Kawasan Stalkuda Belum Tertangkap, Polisi Pastikan Foto Jambret Yang Beredar Hoaks

Balikpapan, Metrokaltim.com – Beredar foto di media sosial pelaku penjambretan di kawasan Stalkuda, Balikpapan Selatan, pada Rabu (25/9), telah tertangkap. Namun polisi memastikan foto tersebut hoaks, alias tidak benar pelaku penjambretan di kawasan Stalkuda.

Salah satu yang memposting itu adalah pemilik akun Facebook bernama Sri Andayani Yani. Dia meng-upload dua foto di akun Facebook-nya. Salah satu foto memperlihatkan seorang pria sedang jongkok dengan tangan diborgol dan dikelilingi polisi berpakaian sipil. Foto satunya lagi memperlihatkan seorang korban penjambretan di kawasan Stalkuda.

Foto-foto tersebut kemudian dibubuhi caption, “Bravo bapak polisi belum 1x 24 jam sudah ketangkap jambretnya. Doa kita dijabah mak-mak, Alhamdulillah.” Foto-foto ini di-posting sekitar 22.30 Wita. Hingga pukul 23.10, postingan ini telah menuai 32 komentar dan sedikitnya 47 tanggapan.

Foto memperlihatkan seorang pria sedang jongkok dengan tangan diborgol itu kemudian banyak tersebar di Instagram. Sama, warganet di Instagram juga menganggap itu adalah pelaku penjambretan di kawasan Stalkuda.

Namun hal tersebut dibantah oleh Kasat Reskrim Polres Balikpapan, AKP Costa Sabam M Siahaan. Dia memastikan, foto bergambar seorang pria sedang jongkok dengan tangan diborgol itu bukan pelaku penjambretan di kawasan Stalkuda.

“Ini bukan yang kejadian barusan. Besok tunggu beritanya, ya, biar lengkap dan clear, malam ini masih kami kembangkan dari tersangka ini,” terang Costa melalui pesan singkat sambil menujuk foto pria sedang jongkok dengan tangan diborgol itu, Rabu (25/9) malam.

Lebih lanjut, Costa menjelaskan foto pria sedang jongkok dengan tangan diborgol itu. Kata dia, pria itu merupakan tersangka kasus pencurian sepeda motor, namun tidak diproses di Polres Balikpapan.

“Ini tersangkanya yang diamankan Tim Beruang Hitam di Tapin, Kalimantan Selatan. Laporannya di Balikpapan ada curanmor, begal, dan pencurian. Tapi diproses juga di Polsek Tapin, karena yang bersangkutan juga ada laporan curas dan lain-lainnya juga di daerah Tapin,” jelasnya.

(Sur/Idris)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *