BPBD Soroti Perlunya Penyesuaian Infrastruktur Kota demi Percepatan Respons Kebakaran
BALIKPAPAN, Metrokaltim.com – Kebutuhan akan infrastruktur kota yang lebih memadai menjadi sorotan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Balikpapan dalam upaya meningkatkan kecepatan dan efektivitas penanganan kebakaran.
Kepala BPBD Balikpapan, Usman Ali menegaskan, bahwa kemampuan sejumlah ruas jalan menahan beban kendaraan berat masih menjadi kendala utama dalam penguatan armada pemadam.
Usman mengungkapkan bahwa saat ini BPBD memiliki dua unit mobil skylift, yakni kendaraan pemadam dengan kemampuan mencapai ketinggian. Namun, satu unit berada dalam kondisi rusak, sementara satu unit lainnya masih berfungsi dengan panjang tangga maksimal 32 meter.
Keterbatasan infrastruktur, membuat Balikpapan belum memungkinkan untuk mengoperasikan skylift berkapasitas lebih besar seperti yang digunakan di kota-kota besar lainnya.
“Kami tidak bisa menambah skylift dengan tangga yang lebih tinggi, karena beban jalan di Balikpapan belum mampu menahan kendaraan sebesar itu. Di Surabaya mereka bisa punya skylift 100 meter lebih karena infrastruktur jalan mereka mendukung,” ucap Usman saat ditemui di Balai Kota Balikpapan, Jumat (14/11/2025).
Meski demikian, Usman memastikan bahwa armada pemadam yang ada saat ini masih mencukupi kebutuhan operasional. Fokus utama BPBD kini diarahkan pada pemeliharaan dan peremajaan peralatan agar selalu siap digunakan.
Ia menilai kondisi geografis Balikpapan yang berbukit dan semakin padatnya kawasan pemukiman menuntut perlengkapan yang lebih modern dan respons yang lebih cepat.
“Mobil pemadam saat ini cukup, tetapi pemeliharaan dan peremajaannya tetap perlu kami tingkatkan agar selalu siap dalam kondisi darurat,” imbuhnya.
Di sisi lain, perkembangan kota yang meluas ke wilayah utara dan timur membuat BPBD harus menyesuaikan strategi penempatan pos pemadam. Usman menyebut sudah ada rencana pembangunan pos baru dalam dua hingga tiga tahun ke depan guna mempercepat waktu respons.
“Kalau pos Damkar letaknya terlalu jauh dari permukiman baru, waktu tanggap bisa lebih lama. Karena itu penambahan pos sangat penting,” tambahnya.
Ia menekankan bahwa peningkatan kesiapsiagaan kebakaran harus dilakukan secara terpadu. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah kota, TNI, Polri, dan relawan sangat dibutuhkan, termasuk dukungan untuk penataan wilayah serta perbaikan infrastruktur dasar.
“Kami berharap ke depan infrastruktur kota ikut disesuaikan agar dapat mendukung kendaraan besar seperti skylift. Ini bagian dari kesiapsiagaan jangka panjang menghadapi kondisi darurat di kota yang terus berkembang,” pungkasnya. (adv)
Penulis: Ar
Editor: Alfa
139
