Dampak Pemerintah Terapkan PPKM, Pelaku UMKM di Mal Menjerit

Balikpapan, Metrokaltim.com – Kebijakan berupa pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) yang diambil oleh Pemerintah Kota Balikpapan dalam menekan angka kasus Covid-19, berdampak kehampir semua sektor perekonomian.

Salah satu sektor yang merasakan dampaknya yakni terhadap usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Di antaranya pelaku usaha yang tergabung dalam Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (Iwapi) Balikpapan.

Ketua Iwapi Balikpapan, Hj Ernawaty Gafar mengungkapkan penerapan PPKM dan khususnya Kaltim Steril, memberikan dampak bagi usaha para anggotanya. Hal ini terbukti dari banyaknya keluhan yang diterima dirinya. Utamanya mereka yang memiliki usaha di pusat perbelanjaan atau mal.

“Semua anggota ibu mengeluh, minta tolong untuk didiskonkan untuk biaya sewa. ‘Kan ada pembatasan waktu operasi berkurang dua jam,” ungkap Erna sapaan akrab Hj Ernawaty Gafar.

Dirinya pun mengaku prihatin dengan kondisi yang ada. Apalagi ketika ada penerapan Kaltim Steril, pusat perbelanjaan atau mal mengalami kerugian hingga ratusan juta per hari.

“Efektivitas PPKM mikro menekan jumlah penyebaran kasus. Sebenarnya untuk menekan, kurang begitu efektif. Penerapan 5 M yang harus betul-betul diterapkan. Mudah-mudahan PPKM ini membawa dampak positif,” ujarnya.

Sementara ketika ditanya soal progres penjualan para pelaku usaha yang tergabung dalam Iwapi, dia menjelaskan, saat ini yang berjalan adalah mereka yang bergerak di bidang kuliner. Hal ini lantaran mengonsumsi makanan merupaka salah satu cara untuk menjaga daya tahan tubuh.

“Saat ini sektor kuliner 100 persen bisa jalan. Ini kan kebutuhan pokok, juga untuk menjaga imunitas. Potensi usaha yang paling bagus itu kuliner,” tandasnya.

(riyan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *