Diterjang Gelombang Pasang, Tiga Rumah di Balikpapan Ambruk ke Laut, Penghuni Selamat

BALIKPAPAN, Metrokaltim.com — Gelombang pasang menghantam kawasan pesisir RT 09, Kelurahan Klandasan Ulu, Kecamatan Balikpapan Kota, Jumat (10/7/2026) sekitar pukul 04.56 Wita. Peristiwa tersebut mengakibatkan tiga rumah panggung roboh ke laut dan satu rumah lainnya terdampak.

Tiga rumah yang mengalami kerusakan total masing-masing milik keluarga Misnan-Zainah, Syamsudin-Suriyani Ningsih, serta Hendra-Mustika Sari. Meski bangunan ambruk, seluruh penghuni berhasil menyelamatkan diri sehingga tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.

Salah seorang korban, Suriyani Ningsih, mengatakan tanda-tanda kerusakan rumah sebenarnya sudah terlihat beberapa jam sebelum bangunan roboh. Tiang penyangga rumah mulai bergeser akibat terus diterjang gelombang.

“Sekitar setengah jam sebelum kejadian, saya sudah menyuruh adik mengeluarkan sepeda motor karena motornya disimpan di dalam rumah dan kondisinya sudah rusak,” ujarnya.

Setelah kendaraan berhasil dikeluarkan, keluarga sempat memindahkan sejumlah barang ke bagian dapur. Namun, tidak lama kemudian terdengar suara retakan dari rumah kakaknya yang berada di samping.

“Saat itu rumah kakak saya sudah bunyi ‘krek’. Kakak saya langsung bilang, ‘Itu anak-anak’,” katanya.

Beberapa saat setelah azan Subuh berkumandang, seluruh bangunan akhirnya roboh ke laut.

“Tidak lama setelah itu, saat azan Subuh berkumandang, rumah langsung ambruk. Kami masih berada di atas papan rumah yang mengambang di air,” tuturnya.

Suriyani mengungkapkan, sekitar 10 orang yang berada di ruang tamu saat kejadian langsung tercebur ke laut. Mereka bertahan di air dengan kedalaman mencapai leher orang dewasa di tengah gelombang yang diperkirakan setinggi tiga meter. Beruntung, atap rumah tidak langsung runtuh sehingga seluruh penghuni dapat menyelamatkan diri.

“Semua sudah berada di air laut dengan kedalaman sekitar seleher orang dewasa, ditambah ombak yang besar. Untungnya atap rumah tidak langsung ambruk ke bawah, tetapi robohnya bertahap,” ungkapnya.

Ia menambahkan, kondisi rumah sudah semakin mengkhawatirkan sejak sekitar pukul 03.00 Wita.

“Sekitar jam 03.00 Wita saya melihat rumah sudah turun separuh karena tiangnya mulai bergeser. Tiang rumah memang sudah rusak dan rencananya akan dibongkar,” katanya.

Meski mengalami kejadian yang nyaris merenggut nyawa, Suriyani bersyukur seluruh anggota keluarganya selamat.

“Alhamdulillah semuanya selamat. Orang tua dan saudara saya selamat semua. Hanya mengalami luka ringan akibat terkena paku, papan, dan seng saat menyelamatkan anak-anak,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua RT 09 Kelurahan Klandasan Ulu, Sukandar, membenarkan tiga rumah mengalami kerusakan total akibat gelombang pasang, sedangkan satu rumah lainnya terdampak dan memerlukan penanganan lebih lanjut.

“Satu rumah terdampak karena kondisinya memang sudah tidak layak huni. Selanjutnya akan dikoordinasikan dengan pemilik rumah, pihak kelurahan, dan kecamatan,” katanya.

Menurut Sukandar, kebutuhan mendesak para korban saat ini berupa bantuan logistik, pakaian, dan tempat tinggal sementara. Sebagian besar harta benda warga hanyut maupun rusak akibat diterjang air laut.

“Korban saat ini membutuhkan bantuan logistik, pakaian, serta tempat tinggal sementara karena sebagian besar harta benda mereka hanyut atau rusak akibat diterjang air laut,” jelasnya.

Selain itu, di lokasi terdapat anak-anak usia sekolah dan dua balita yang membutuhkan perhatian khusus. Banyak pakaian milik warga juga hilang maupun basah sehingga bantuan logistik sangat diperlukan.

Sukandar memastikan tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Seluruh korban selamat, meski beberapa mengalami luka ringan.

“Tidak ada korban jiwa. Hanya luka ringan saja,” pungkasnya.

Penulis: Ries

Editor: Alfa

27

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *