Ditpolairud Polda Kaltim Amankan 4 Nelayan yang Diduga Menggunakan Bahan Peledak Ikan

Balikpapan, Metrokaltim.com – Ditpolairud Polda Kaltim melalui Direktorat Polairud berhasil mengamankan 4 orang nelayan yang disangka menggunakan bahan peledak untuk menangkap ikan.

Mereka diamankan pada Rabu (9/3/2022) di kawasan perairan Balikukup, Kecamatan Batu Putih, Kabupaten Berau saat berada di kapal klotok tanpa nama. Tersangka berinisial SH sebagai nahkoda, kemudian RZ, AS, dan MA selalu ABK.

Melalui Kabid Humas Polda Kaltim, Kombes Pol Yusuf Sutejo menjelaskan, penangkapan dilakukan karena adanya laporan, sehingga pihaknya menindaklanjuti melalui Intelair Subdit Gakkum Ditpolair Polda Kaltim.

“Dimana setelah dilakukan penyelidikan, ditemukan kapal klotok yang diduga akan menggunakan bom ikan dalam menangkap ikan,” ucap Yusuf, Kamis (10/3/2022).

Dalam penyelidikan, mereka kedapatan menyimpan senyawa kimia amonium nitrat siap ledak yang dikemas di dalam bekas botol air mineral seukuran 1,5 liter sebanyak 19 buah.

Dan kepolisian turut menyita kompresor berikut tabungnya, selang kompresor, jaring ikan, pemberat, kacamata selam, detonator, dan perahu kecil.

“Kalau keseharian tersangka memang sebagai nelayan, namun untuk mendapatkan ikan lebih mudah, mereka mengambil jalan pintas. Dan beruntungnya mereka berhasil diamankan tepat sebelum peledak itu digunakan,” akunya.

Lebih jauh, Direktur Polairud Polda Kaltim, Kombes Pol Tatar Nugroho menambahkan, pasokan bahan peledak masih didalami. Hanya saja, pihaknya menduga tersangka mendapatkan senyawa kimia dari nelayan berkebangsaan asing.

“Diduga mereka membeli dari nelayan Malaysia. Transaksi dilaut. Ini yang memang menyulitkan kita di dalam pengungkapannya,” jelas Tatar.

Keempat tersangka akan menjalani proses hukum. Dimana untuk ancamannya, mengacu UU Darurat No 12 Tahun 1951 dengan ancaman pidana penjara 20 tahun.

Tidak hanya itu, mereka juga dijerat dengan UU Nomor 45 tahun 2009 tentang Perubahan UU Nomor 31 tahun 2004 tentang Perikanan, yakni dengan ancaman pidana penjara 5 tahun dan denda Rp 2 Milyar.

(Mys/ Ries)

Leave a Reply

Your email address will not be published.