Komisi III DPRD Kota Balikpapan Gelar RDP Dengan DLH

Balikpapan, Metrokaltim.com – Komisi III DPRD kota Balikpapan melaksanakan rapat dengan pendapat (RDP) demikian dengan pembahasan KUA PPAS dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH).

Usai rapat, Wakil Ketua DPRD Balikpapan Sabaruddin Panrecalle menerangkan, ada beberapa hal-hal yang menjadi pertimbangan komisi III yang dianggap segala prioritas, seperti menyinggung menyangkut masalah persampahan.

“DLH menyampaikan bahwa dalam pembahasan ini anggarannya sudah dipagu, sehingga teman-teman komisi 3 memberikan saran dan pendapat,” ucap Sabaruddin saat ditemui di kantor DPRD, Senin (1/8/2022).

Dirinya mengatakan, ada hal-hal yang perlu ditambahkan terutama dengan kebersihan, karena Balikpapan identik dengan bersihnya, tapi tidak ditunjang dengan fasilitas yang ada.

“Pertimbangannya, katakanlah bak sampah dalam bentuk kontainer yang tersebar di 34 Kelurahan dan 6 Kecamatan,” jelas koordinatir komisi III.

Selain itu, komisi III juga memandang perlu adanya penerangan lampu di setiap pemakaman di Balikpapan. Hal ini untuk mencegah adanya kematian di malam hari, karena banyak yang terjadi ketika ada pemakaman di malam hari tidak ditunjang dengan penerangan yang cukup.

“Maka itu masyarakat menggunakan genset sebagai penerangannya,” akunya.

Begitu juga dengan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Manggar yang sudah tidak memadai untuk dikembangkan, sehingga ada beberapa masukan ketika tidak cukup untuk dibuatkan lahan, bisa membuat sistem teknologinya (sistem tumpang gali atau sebagainya).

Tidak terkecuali dengan lahan mangrove yang perlu dikaji ulang, karena ada beberapa mangrove disana yang menggunakan dana operasional yang begitu banyak, tetapi tidak ada kontribusi untuk kota Balikpapan.

“Begitu juga dengan Kebun Raya di kilometer 15 Balikpapan Utara, yang memakan operasional kurang lebih sekitar Rp 3 miliar, tapi tidak ada kontribusi ke Balikpapan,” tegasnya.

Sementara terkait dengan anggaran yang dipagu, pihak sudah mengatakan dengan Bappeda, jika ada OPD yang ingin berinovasi untuk kepentingan masyarakat Balikpapan, agar tidak dipagu tetapi ditambah.

“Pembahasan ini ada penambahan ada pengurangan, sekiranya memang pro kepada rakyat dan tidak ada anggaran seharusnya ditambahkan,” ungkapnya. (Mys/ Ries).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *