Komisi III DPRD Sidak, Pengentasan Banjir Dengan Perbaikan Drainase dan Pembuatan Bozem

Balikpapan, Metrokaltim.com – Komisi III DPRD kota Balikpapan melakukan sidak lapangan perihal permasalahan banjir di kawasan Perumahan Graha Mulawarman dan Pondok Asri Kelurahan Manggar, Balikpapan Timur, Senin (23/5/2022) siang.

Saat pertemuan, Ketua RT 60 Manggar mengatakan, bahwa warga sepakat akan menutup jalan tol pada bulan Mei 2022 ini, jika tidak ada realisasinya.

“Jadi lahan itu sebenarnya ada, jadi bohong ketika dikatakan tidak ada lahan,” tegas warga yang tidak disebutkan namanya.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Komisi III DPRD Balikpapan, Alwi Al Qadri menjelaskan, permasalahan banjir ini tentu sangat memprihatinkan, bukan hanya perbaikan drainase, tetapi perlunya pembangunan bozem. Hanya saja perlu adanya pembebasan lahan dari Pemerintah, warga atau pengembang.

“Jika tidak ada pembebasan lahan untuk pembangunan bozem ini akan rumit, maka perlu pembebasan lahan,” ucap Alwi saat pertemuan dengan warga sekitar, Kamis siang.

Anggota DPRD Dapil Timur Nurhadi Saputra menyebutkan, kalau masalah banjir ini sudah terjadi sebelum tahun 2014 (sekitar tahun 1990-n). Namun setelah adanya jalan tol, banjir semakin meninggi dari awalnya mata kaki sekarang sudah sampai mata.

“Semenjak adanya jalan tol semakin parah banjirnya. Karena air yang keluar jalan tol itu langsung kesini (perumahan warga),” akunya Nurhadi.

Ia mengingatkan, jangan hanya sekedar bagi-bagi nasi bungkus bagi korban banjir, lalu masalah sudah dianggap selesai. Yang diperlukan yakni realisasinya.

Sementara LPM Manggar Ghazali mengharapkan adanya pengentasan banjir dengan melakukan perbaikan drainase dan pembuatan bozem, mengingat lokasi ini dataran rendah.

“Kami minta balai PUPR agar segera menurunkan exsa untuk melakukan pengerukan,” ujar Gazali.

Camat Balikpapan Timur Suwandi membenarkan, kalau banjir ini sudah terjadi sebelum adanya pembangunan tol. Dan ia meminta pihaknya untuk membuatkan bozem, untuk menghindari penumpukan sediman.

“Agar komplek ini betul-betul tidak ada banjir. Karena saat panas terik saja, lokasi ini pernah banjir,” akunya Suwandi.

Kabid Balai Prasaranan Pemukiman wilayah Kaltim Dahlan menuturkan, bahwa sebelumnya ia sudah melakukan normalisasi mulai dari RT 60-59, namun dikarenakan saluran drainase di RT 59 sempit, sehingga tidak dilnjutkan, lantaran lokasi drainase mentok dengan dinding rumah warga.

“Dan secepatnya, kami akan menurunkan alat berat untuk melakukan eksekusi melalui kontraktor,” tuturnya. (Mys/ Ries).

432

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.