Massa Tuntut DPRD Balikpapan Bersikap Ikut Serta Tolak Omnibus Law

Balikpapan, metrokaltim.com – Aksi massa pendemo yang meluruk ke kantor DPRD Kota Balikpapan menolak pengesahan Omnibuslow yang di sahkan pada 5 Oktober lalu. Ratusan mahasiswa ini berjalan kaki dari simpang plaza Balikpapan dengan pengawalan kepolisian.

Aksi demonstran ini semakin memanas ketika aksi di warnai pembakaran ban di depan kantor DPRD kota Balikpapan. korlap aksi dari Koalisi Balikpapan Bergerak Fahri Maulana mengatakan, pihak nya meminta DPRD kota Balikpapan ikut serta dalam penolakan terhadap Omnibus Law yang hanya menciderai buruh.

” Kami menuntut DPRD kota Balikpapan untuk menyatakan sikap turut menolak pengesahan Omnibus Law,” jelas Fahri.

Lanjut Fahri, Undang-undang Omnibus Law yang di sahkan DPRD hanya merugikan masyarakat dan buruh, mulai dari upah murah, perampasan hak-hak kerja hingga pengerusakan lingkungan.

Aksi sempat saling dorong antara massa dan petugas kepolisian yang menjaga aksi demo agar tetap berjalan damai dan dapat menyampaikan aspirasinya. Aksi massa memaksa masuk gedung DPRD kota Balikpapan namun di hadang petugas kepolisian.

” Kami tidak ingin petisi yang seperti biasanya hanya di tanda tangani namun tidak di tahu apakah ada hasil atau tidak, kami ingin Wakil Rakyat Kota Balikpapan ikut menyatakan sikap penolakan Omnibus Law” tegasnya.

Hingga pukul enam sore aksi massa yang mencapai ratusan ini mulai membubarkan diri dengan tertib dan kembali ke lokasi titik kumpul di simpang plaza Balikpapan.

(Idris)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *