Pemkot Samarinda Bentuk Tim URC, Tangani Bencana dan Kejadian Darurat dengan Cepat

Samarinda, Metrokaltim.com – Untuk menangani kejadian darurat dan kebencanaan, Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda membentuk Unit Reakai Cepat (URC) yang terdiri dari berbagai lintas OPD (Organisasi Perangkat Daerah) Pemkot Samarinda dan relawan.

Rapat pembentukan URC ini digelar pada Kamis (3/5), di Balai Kota. Nantinya dibentuk satu wadah terpusat sebagai markas komando.

Wacana pembentukan ini juga merupakan tindak lanjut instruksi Wali Kota Samarinda, Andi Harun dalam upaya meningkatkan percepatan penanganan bencana dan kejadian darurat.

“Unit Reaksi Cepat ini embrionya adalah 112 di bawah tanggung jawab Diskominfo Samarinda. Meskipun nanti koordinatornya langsung dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Samarinda,” terang Kepala Diskominfo Samarinda, Aji Syarif Hidayatullah.

Dayat sapaan akrabnya menuturkan, URC bentukan Pemkot Samarinda ini berisikan unsur OPD mengenai penanggulangan bencana. Di antaranya 112, BPBD, Dishub, Dinas Sosial, Satpol PP, Damkar, dan relawan Samarinda.

“Nantinya semua informasi kejadian akan diterima seluruh OPD teknis di markas URC,” katanya.

Diskominfo lanjutnya, akan menjalankan fungsi penyebarluasan informasi dari warga Samarinda yang melaporkan kejadian kepada URC. Fasilitas telepon darurat 112 ditegaskannya dapat diakses masyarakat tanpa harus membayar tarif telepon serta aktif 24 jam.

“Telepon 112 biar tak ada pulsa bisa dihubungi. Itu akan langsung direspons petugas di Diskominfo. Sesuai SOP dalam waktu paling lama 7 menit tim URC yang mendapat informasi akan tiba di lokasi,” tegas Dayat.

Sementara itu, Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Samarinda Ifran menjelaskan, direncanakan markas URC berdiri berdampingan dengan Museum Samarinda di Jalan Bhayangkara. URC akan menangani berbagai kondisi darurat dan bencana. Termasuk, di dalamnya orang gila dan orang terlantar.

“Kami dalam rangka konsolidasi dengan seluruh relawan di Samarinda. Sehingga setiap kejadian emergency dan bencana dapat cepat ditangani dengan baik,” timpal Ifran.

Dia menjelaskan, setelah rapat tadi, tim URC akan memantau lapangan. Ia ingin dalam sebulan pembentukan bisa selesai. Kemudian, akan rapat mengatur jadwal petugas di lapangan.

“Paling tidak kami jalan dulu. Sambil jalan regulasi mengikuti. Apakah nanti melalui peraturan wali kota atau lainnya,” sambungnya.

Untuk anggaran operasional, Ifran mengusulkan kepada Bappeda Samarinda melalui anggaran BPBD Samarinda lewat kegiatan program respons cepat penanggulangan bencana.

“Mungkin ada reward semacam uang harian. Terpenting adalah prasarananya. Seperti unit serbaguna, unit pemadam, dan lainnya. Karena secara peralatan kami belum memenuhi keseluruhan. Kami tidak ingin juga mengganggu unit-unit yang ada di OPD masing-masing,” tandasnya.

(adv/mk/riyan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *