Akal Bulus Oknum Dosen Balikpapan Cabuli Gadis 14 Tahun

Balikpapan, Metrokaltim.com – Setelah diamankan sejak Kamis (9/9) lalu, penyidik Satreskrim Polres Penajam Paser Utara (PPU) akhirnya menetapkan status tersangka terhadap oknum dosen berinisial AL, yang terlibat dalam kasus pencabulan terhadap anak di bawah umur.

Penetapan tersangka yang merupakan oknum dosen disalah satu Perguruan Tinggi di Balikpapan ini sendiri dilakukan pada Senin (13/9). Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan aparat kepolisian, dan tersangka mengakui perbuatannya mencabuli seorang siswi SMP PPU berinisial PD (14) sebanyak dua kali di salah satu hotel di Balikpapan.

Penangkapan tersangka AL sendiri setelah pihak kepolisian Polres PPU mendapat laporan dari orang tua korban, pada Selasa (7/9) lalu.

“Ibu korban membuat laporan di Polsek Babulu, terkait pengaduan bahwa anaknya tidak pulang ke rumah. Berdasarkan laporan tersebut dilakukan upaya dan proses penyelidikan,” terang Kasat Reskrim Polres PPU, Iptu Dian Kusnawan, saat menggelar konperensi pers, Senin (13/9) siang.

BACA JUGA: Oknum Dosen di Balikpapan Diduga Cabuli Siswi SMP, Kasusnya Ditangani Polres PPU

Setelah melakukan penyelidikan, pihak kepolisian mendapat informasi bahwa korban dijemput oleh seorang laki-laki menggunakan sepeda motor saat pulang dari sekolahnya.

“Selanjutnya dilakukan penyelidikan dan benar bukti-bukti tindak pidana itu ada, sehingga dari hasil gelar perkara awal kami naikkan proses tersebut ke penyidikan dan dilakukan pengembangan, dan Alhamdulillah kami berhasil mengamankan yang diduga pelaku beserta korban,” beber Dian.

Tersangka diamankan saat bersama korban berada di kawasan Balikpapan Permai (BP) pada Kamis (9/9) pagi sekira pukul 09.30 Wita oleh anggota Polres PPU yang diback up anggota Polresta Balikpapan. Usai penangkapan tersangka dan korban langsung dibawa ke Mapolres PPU untuk ditindak lebih lanjut.

Dari hasil pemeriksaan tersangka maupun saksi, serta alat bukti yang diamankan oleh pihak kepolisian, akhirnya AL ditetapkan sebagai tersangka.

“Korban dibawa lari sejak Selasa (7/9), tersangka dan korban serta tersangka kenal melalui medsos tepatnya tanggal (28/8). Komunikasi lebih lanjut dan sepakat Selasa tersangka menjemput korban di sekitar SMP di Babulu,” beber mantan Kanit Hardatahbang Polresta Balikpapan ini.

Usai menjemput korban di sekolahnya, tersangka menggunakan sepeda motor menggonceng korban menuju Balikpapan melalui pelabuhan Klotok PPU. Sesampainya di Balikpapan, tersangka langsung memesan kamar hotel di salah satu hotel di Balikpapan.

“Di sana (hotel) terjadi persetubuhan terhadap korban dan itu sebanyak dua kali,” katanya.

Untuk melancarkan aksinya, korban diimingi-imingi tersangka untuk bekerja di konter handpone miliknya. Kepada pihak kepolisian tersangka juga mengaku sebagai dosen salah satu universitas di Balikpapan. Ditanya jumlah korban, pihaknya mengatakan baru satu orang.

“Untuk korban baru satu berumur 14 tahun, dan kasus ini pun masih dikembangkan apakah ada korban lainya,” tegas Dian.

Dari catatan kepolisian rupanya AL juga pernah terjerat kasus hukum. Menurut Dian tersangka pernah terjerat kasus hukum Undang-Undang ITE di Balikpapan.

“Tersangka pernah terlibat kasus hukum UU ITE di Balikpapan,” pungkasnya.

Akibat perbuatannya tersangka diganjar dengan pasal berlapis, yakni pasal persetubuhan dengan anak dan pasal membawa lari anak tanpa izin dari orang tua yang bersangkutan.

“Ancaman hukumannya 15 tahun,” tegasnya.

Saat ini tersangka sudah diamankan di sel tahanan Polres PPU untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, beserta barang bukti satu unit motor Honda Beat yang digunakan pelaku menjemput korban.

Sementara itu korban sendiri saat ini telah diserahkan kepada orang tuanya.

“Korban sudah divisum dan sekarang kondisi sudah sehat dan dibawa ke orang tuanya,” tandasnya.

(riyan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *