Bank Indonesia Siapkan Rp2 Triliun Uang Tunai di Balikpapan Jelang Idulfitri 2026
Warga mengantre untuk menukarkan uang pecahan baru di layanan kas keliling Bank Indonesia Balikpapan, untuk memenuhi kebutuhan tradisi berbagi saat Hari Raya Idulfitri 2026.
BALIKPAPAN, Metrokaltim.com — Kantor Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan menyiapkan uang tunai sebesar Rp2 triliun untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama Ramadan hingga Idulfitri 2026. Jumlah tersebut meningkat 11 persen atau sekitar Rp200 miliar dibandingkan realisasi tahun sebelumnya yang mencapai Rp1,8 triliun.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan, Robi Ariadi, mengatakan peningkatan tersebut dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan kebutuhan uang tunai seiring meningkatnya aktivitas ekonomi masyarakat selama Ramadan dan tradisi mudik Lebaran.
“Untuk periode Ramadan hingga Idulfitri tahun ini, kami menyiapkan uang tunai Rp2 triliun. Nilainya naik sekitar 11 persen dibandingkan tahun lalu. Kenaikan ini kami sesuaikan dengan proyeksi pertumbuhan aktivitas ekonomi dan kebutuhan masyarakat di wilayah kerja Balikpapan,” ujarnya.
BI Balikpapan bekerja sama dengan perbankan dan Pegadaian menyediakan layanan penukaran uang di 23 titik yang tersebar di wilayah Balikpapan dan Penajam Paser Utara. Selain itu, terdapat delapan bank yang turut melayani penukaran uang kepada masyarakat.
Layanan penukaran uang dibagi dalam dua tahap. Tahap pertama telah selesai, sementara tahap kedua dimulai pada 27 Ramadan pukul 09.00 Wita. Masyarakat dapat melakukan pemesanan penukaran melalui aplikasi PINTAR untuk memilih lokasi, hari, dan jam layanan.
Pada periode kedua ini, BI menyiapkan 26.620 paket penukaran. Setiap paket senilai Rp5,3 juta dan menjadi batas maksimal penukaran per orang. Satu paket terdiri atas pecahan Rp50.000 sebanyak 50 lembar, Rp20.000 sebanyak 50 lembar, serta pecahan Rp10.000 hingga Rp1.000 masing-masing 100 lembar.
Robi menegaskan seluruh layanan penukaran resmi tidak dipungut biaya. “Jika menukar Rp5,3 juta, maka masyarakat akan menerima penuh sesuai nominal tersebut. Tidak ada potongan atau biaya tambahan,” katanya.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk menukarkan uang melalui layanan resmi guna menghindari risiko peredaran uang palsu maupun pungutan liar yang kerap ditemukan pada penukaran di pinggir jalan.
“Kami pastikan uang yang ditukarkan melalui layanan resmi adalah asli. Jika kuota penukaran melalui aplikasi habis, masyarakat dapat langsung menukar melalui kantor perbankan yang telah bekerja sama,” ujarnya.
Penulis: Ries
Editor: Alfa
324
