Metro Kaltim

Bosan Hirup Udara Bebas, Residivis Masuk Bui Lagi

Balikpapan, Metrokaltim.com – Rupanya dua kali keluar masuk penjara tidak membuat Eko Dwiyanto (37) jera. Baru sekira satu tahun menghirup udara bebas, kembali ia melakukan aksi kejahatannya, melakukan pencurian rumah kosong. Sebelumnya Eko pernah meringkuk di sel tahanan Mapolsek Balikpapan Utara pada tahun 2016 lalu, dia ketahuan mencuri tiga unit ponsel di rumah warga di kawasan perumahan Wika. Setelah menjalani hukuman selama sembilan bulan, dan bebas Eko kembali melakukan pencurian di kawasan Gunung Pasir, Balikpapan Kota. Kali ini Satreskrim Polres Balikpapan yang menangkap pelaku, saat itu dia mencuri perhiasan emas dan minuman luar negeri. Dan kembali hakim menjatuhi hukuman sembilan bulan penjara. Kali ini dia melakukan lagi dengan sasaran yang sama yakni rumah kosong.

Tapi kali ini apes, rumah yang disangka kosong rupanya ada penghuninya. Jelas saja dia langsung ditangkap warga dan mendapat hamukan masa. Beruntung petugas cepat datang dan nyawa Eko masih terselamatkan.

Aksi pencurian yang dilakukan oleh pria yang tercatat sebagai warga Jalan Gunung Traktor, Kelurahan Baru Tengah, Balikpapan Barat dilakukan pada Sabtu (31/8) pagi sekira pukul 09.30 wita, disalah satu rumah di kawasan RT 50 Kelurahan Muara Rapak, Balikpapan Utara.

Sebelum melakukan aksinya, pelaku terlebih dulu dia berkeliling di sekitar lokasi untuk menentukan rumah yang menjadi targetnya.

Setelah melakukan survai beberapa hari menggunakan sepeda motor Suzuki Sogun bernomor polisi KT 3722 KO, dipilihlah rumah milik Kholifah. Lantaran, dia melihat rumah tersebut dalam keadaan kosong pada siang hari. Ditambah lagi tidak adanya kendaraan di rumah korban.

“Saya cuman meraba saja, awalnya saya tidak tahu kalo ada orangnya saya liat sepi, rumah korban keliatan jelas dari luar, pintu pagar terbuka dan tidak ada kendaraan,” aku Eko, saat diamankan di Mapolsek Balikpapan Utara.

Eko pun kemudian melancarkan aksinya, dengan bermodalkan obeng besar yang ujungnya telah dipipihkan, dia pun menuju jendela samping rumah. Benar saja, jendela yang tidak berteralis tersebut dengan mudah dicongkel oleh pelaku.

“Obeng saya buat sendiri, sekali congkel aja terbuka sudah,” kilahnya.

Setelah berhasil membongkar jendela, Eko kemudian masuk ke dalam rumah. Saat hendak menuju ke arah kamar. Eko terkejut sang pemilik rumah Kholifah berada di dalam. Korban yang juga terkejut ada orang tidak dikenal masuk ke rumahnya dengan cepat masuk ke dalam kamar dan mengunci pintu, lalu berteriak minta tolong.

Karena terpergok, kemudian pelaku berusaha kabur melalui jendela yang dibobol sebelumnya. Rupanya teriakan korban, Maling…. Maling…. Maling…!!! didengar oleh warga yang melintas, yang kemudian langsung mengejar pelaku.

Ketua RT 50, Rofiq mengatakan saat itu ada dua orang warga yang melintas mendengar teriakan korban, kemudian dikejar hingga perempatan. Bahkan, pelaku sempat melakukan perlawanan dengan menggunakan obeng yang sudah dimodifikasi untuk membobol rumah tersebut.

“Kejadiannya pelaku sudah survai beberapa hari sebelumnya, dia liat rumah korban ini sepi tertutup, pelaku masuk lewat jendela, ternyata di dalam rumah ada penghuninya, korban ini sendirian ibu-ibu teriak-teriak malingnya keluar lewat jendela, ada warga mendengar dikejar warga dua orang di perempat dia melawan pakai obeng,” beber Rofiq.

Saat berhasil diamankan, warga lainnya yang mengetahui ada kejadian kemalingan langsung berbondong-bondong datang. Bahkan pelaku Eko sempat mendapatkan bogem mentah dari warga yang kesal dengan perbuatannya. Beruntung petugas keamanan cepat datang sehingga nyawa Eko terselamatkan, pasalnya pelaku sudah babak belur dihakimi massa.

“Setelah ketangkap di bawa kembali ke TKP, ditanyakan sama korban ibu-ibu dia bilang itu pelaku pencurinya, langsung di hakimi masa karena warga emosi. Saya langsung hubungi kelurahan, trantib, FKPM, dan Babinkamtibmas kemudian di bawa ke polsek,” pungkasnya.

Saat dilakukan pemeriksaan, polisi bukan hanya mendapati obeng besar yang dimodifikasi, sejumlah senjata tajam seperti pisau kecil dan pisau daging juga ditemukan di tas milik pelaku.

“Sementara pelaku dan barang bukti sudah kami amankan dan sedang dilakukan pengembangan,” singkat Kapolsek Balikpapan Utara, Kompol Supartono Sudin.

(riyan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *