DPRD Balikpapan Soroti Lapak Liar dan Kurangnya Kesadaran Kebersihan Pedagang
BALIKPAPAN, Metrokaltim.com – Fenomena maraknya lapak liar yang beroperasi di berbagai sudut Kota Balikpapan kembali menjadi sorotan. Anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Balikpapan, Suwanto, menilai keberadaan lapak-lapak tersebut tidak hanya menimbulkan kemacetan lalu lintas, tetapi juga berdampak pada kebersihan dan kenyamanan warga.
Suwanto menyebut, banyak pedagang yang memanfaatkan bahu jalan atau bahkan halaman rumah untuk membuka lapak. Aktivitas ini, kata dia, lambat laun membentuk koloni pedagang di satu kawasan hingga menyerupai pasar tradisional.
“Barang yang dijual umumnya kebutuhan sehari-hari seperti di pasar. Namun secara aturan, kegiatan semacam ini jelas tidak diperbolehkan,” terang Suwanto kepada awak media, Selasa (4/11/2025).
Politisi PDI Perjuangan itu menambahkan, selain masalah ketertiban, kebersihan juga menjadi perhatian serius pemerintah. Tidak sedikit pedagang yang meninggalkan tumpukan sampah setelah berjualan sehingga menimbulkan bau tidak sedap dan mengganggu kenyamanan warga sekitar.
“Sampah ini sebenarnya bersumber dari kita sendiri. Jadi, setiap pedagang harus bertanggung jawab terhadap sampah yang mereka hasilkan. Jangan sampai menimbulkan aroma tidak sedap dan merusak lingkungan,” tegasnya.
Untuk mengatasi masalah tersebut, Komisi II DPRD mendorong Dinas Perdagangan (Disdag) dan Satpol PP Balikpapan agar turun tangan menertibkan para pedagang sekaligus mencari solusi jangka panjang bagi penataan usaha mikro.
Dirinya menilai, salah satu solusi yang bisa diupayakan pemerintah kota adalah dengan membangun pasar induk agar para pedagang memiliki tempat berjualan yang lebih layak dan terorganisir.
“Dengan lokasi yang tertata, pedagang bisa berjualan dengan nyaman tanpa mengganggu pengguna jalan. Masyarakat pun akan merasakan lingkungan yang lebih bersih dan tertib,” tutupnya. (adv)
Penulis: Ar
Editor: Alfa
231
