Dugaan Jual Beli Vaksin Dilaporkan DKK Balikpapan ke Polisi, Dio Sebut Sudah ada 30 Korban

Balikpapan, Metrokaltim.com – Terkuaknya kasus dugaan jual beli vaksin Covid-19 di Balikpapan membuat Dinas Kesehatan Kota (DKK) Balikpapan langsung mengambil langkah tegas. Setelah mengumpulkan sejumlah bukti, secara resmi pihaknya telah melaporkan kasus tersebut ke Mapolresta Balikpapan.

“Kasus itu sudah kami laporkan ke kepolisian, nanti bisa konfirmasi ke kepolisian,” Kepala Dinas Kesehatan Kota Balikpapan, Andi Sri Juliarty kepada sejumlah awak media, Jumat (17/9/2021).

Sejumlah bukti yang dilampirkan oleh DKK Balikpapan diantaranya formulir pendaftaran vaksin dan rekaman video dari masyarakat yang ingin mendaftar.

Dio sapaan akrab Andi Sri Juliarty menambahkan, sejauh ini sudah ada 30 orang yang jadi korban dalam kasus jual beli vaksin. Mereka masing-masing diminta membayar Rp 315 ribu.

“Ada (korban) 30 orang, tapi kami belum tahu apakah mereka sudah membayar atau belum, begitu juga apakah mereka sudah divaksin atau belum,” sebutnya.

Tak hanya pihak Dinas Kesehatan Kota Balikpapan saja yang melaporkan kasus ini ke kepolisian, pihak organisasi masyarakat (ormas) Muhammadiyah turut melaporkan kasus tersebut ke polisi. Lantaran mereka dirugikan karena namanya dicatut dalam kasus jual beli vaksin

“Muhammadiyah, sebagai ormas penyelenggara juga sudah melaporkan kasus ini ke pihak kepolisian, karena mereka selaku pihak penyelenggara vaksinasi. Mereka juga merasa jadi pihak yang dirugikan karena namanya dicatut dalam formulir,” ungkapnya.

Dio kembali memastikan vaksinasi yang digelar oleh pemerintah dan instansi-instansi tak memungut biaya sepeserpun.

Apalagi, jika bekerja sama dengan pemerintah, maka fasilitas dan tenaga medis akan disupport pemerintah.

“Apalagi jika pelaksanaan di sentra vaksinasi BSCC Dome kan penggunaan gedung juga gratis,” tegas wanita berhijab ini.

Kepala DKK Balikpapan ini juga berpesan agar instansi yang ingin menggelar vaksinasi tak menjalin kerja sama dengan pihak di luar Dinas Kesehatan Kota Balikpapan. Hal ini untuk meminimalisir potensi penyalahgunaan oleh oknum yang tak bertanggungjawab.

Di tempat terpisah, saat dikonfirmasi Kasat Reskrim Poresta Balikpapan Kompol Rengga Puspo Saputro enggan banyak berkomentar soal dugaan praktik jual beli vaksin ini.

Hanya saja, dia membenarkan sudah ada laporan masuk soal dugaan jual beli vaksin tersebut. “Benar, sudah ada laporan masuk. Kami sedang lakukan penyelidikan,” jawabnya singkat.

(riyan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *