Gasali Sebut Pendidikan di Balikpapan Tetap Aman, Meski Dana Pusat Dipangkas

BALIKPAPAN, Metrokaltim.com – Pemangkasan Dana Bagi Hasil (DBH) dan sejumlah dana transfer dari pemerintah pusat tak akan menggoyahkan sektor pendidikan di Kota Balikpapan. DPRD Kota Balikpapan memastikan seluruh kegiatan pendidikan, mulai dari pembangunan sekolah hingga peningkatan fasilitas belajar, tetap berjalan sesuai rencana.

Ketua Komisi IV DPRD Balikpapan, Gasali menegaskan, bahwa lembaganya telah menyiapkan langkah antisipatif agar dunia pendidikan tidak terdampak kebijakan penyesuaian anggaran dari pusat.

Komisi IV juga telah melakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Dinas Pendidikan dan instansi teknis terkait untuk menilai dampak pemangkasan dan mencari solusi agar program prioritas tetap terlaksana.

“Kami tidak ingin pemotongan dana transfer mengganggu jalannya pendidikan. Ini hak dasar masyarakat yang wajib dijamin pemerintah,” ucap Gasali kepada awak media, Senin (3/11/2025).

Menurutnya, DPRD akan terus mengawal pembahasan anggaran di tahun 2026 agar kegiatan penting di bidang pendidikan tetap mendapat porsi yang memadai. Gasali menyebut, pendidikan merupakan investasi jangka panjang bagi masa depan Balikpapan, sehingga tidak boleh dikorbankan meskipun kondisi fiskal daerah sedang ketat.

Beberapa program prioritas yang akan tetap dijalankan di antaranya penambahan ruang kelas baru (RKB), pembangunan sekolah baru, serta renovasi fasilitas pendidikan di berbagai kecamatan. Langkah tersebut diyakini penting untuk menjaga kualitas sekaligus pemerataan akses pendidikan di seluruh wilayah kota.

“Pembangunan ruang kelas dan sekolah baru tidak boleh tertunda. Anak-anak Balikpapan berhak atas fasilitas belajar yang layak,” tegasnya.

Gasali juga memastikan proyek pembangunan SD 022 Balikpapan Timur tetap berjalan karena dananya telah disiapkan dalam APBD 2025. Dengan demikian, kegiatan konstruksi akan dilanjutkan tanpa hambatan meski terjadi penyesuaian dana dari pusat.

“Pendidikan tidak boleh berhenti hanya karena anggaran berkurang. Kami akan terus memastikan anggaran pendidikan tetap terlindungi,” pungkasnya.

Melalui komitmen tersebut, DPRD Balikpapan berharap proses belajar-mengajar di semua tingkatan pendidikan dapat berlangsung optimal dan berkelanjutan, sekaligus menjadi bukti bahwa keterbatasan fiskal tidak selalu berarti keterbatasan dalam membangun masa depan generasi muda. (Adv)

Penulis: Ar

Editor: Alfa

159

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.