Hasil Evaluasi, Waktu Uji Coba e-Parking di Samarinda Ditambah

Samarinda, Metrokaltim.com – Hadirnya teknologi baru di kalangan juru parkir (jukir) yaitu Elektronik Parking atau disebut e-Parking di Kota Samarinda butuh masa transisi untuk beradaptasi bagi para jukir.

Untuk itu Wali Kota Samarinda Andi Harun menambah waktu uji coba e-Parking ini. Penambahan waktu ini sendiri diambil setelah dilakukan rapat evaluasi bersama jajaran Pemkot Samarinda dan beberapa OPD terkait.

“Ada masa transisi, jadi jukir yang belum terbiasa dengan teknologi baru tentu butuh adaptasi, yang kita bilang satu bulan bisa efektif ternyata belum,” terang Andi Harun usai rapat di kantor Balaikota, Kamis (15/7).

Evaluasi juga dilakukan oleh jajaran Pemkot dan OPD penyelenggara teknis terkait kendala teknis aplikasi e-Parking.

“Relatif oke, untuk kendala sedang di bahas terkait evaluasi teknis,” terang orang nomor satu di Pemkot Samarinda ini.

Untuk sementara mengenai titik parkir, disebutkan tidak ada penambahan titik. Pihaknya masih akan fokus pada 10 titik uji coba.

“Di 10 titik ini kita benahi dulu, kalau sudah kita menuju ke 24 titik. Kita harus oke dulu 10 ini baru kita tambah,” sebut mantan Wakil Ketua DPRD Kaltim.

Andi Harun optimis akan meningkatnya pendapatan dari sektor parkir. Sebab berdasarkan laporan, dari awal pendapatan retribusi yang ditargetkan Rp 2,5 miliar per tahun kini telah mencapai angka Rp 550 juta. Sementara pajak parkir ditargetkan Rp 11 miliar per tahun kini telah mencapai angka Rp 3,7 miliar.

“Yang pasti ada peningkatan, semua aspek harus kita perhatikan. On going target,” katanya.

Dia menyebut, penerapan e-Parking di Kota Samarinda merupakan langkah transparansi yang coba dilakukan pemerintah kota.

“Ada budaya yang perlu diubah. Yang tadinya konvensional menjadi budaya yang terbuka melalui sistem e-Parking,” ungkapnya.

Dikatakannya penggunaan e-Parking bukan melulu soal target naiknya pendapatan. Tapi lebih dari sekedar naiknya pendapatan yakni yang lebih utama adalah perubahan sistem.

“Pergeseran peradaban perparkiran untuk mengantisipasi kebocoran yang diakibatkan kepentingan pihak-pihak tertentu,” tandas pria yang akrab disapa AH itu.

(adv/mk/riyan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *