HUT PDIP Digelar Secara Virtual, Usung Tema Indonesia Berkepribadian Dalam Kebudayaan

Balikpapan, Metrokaltim.com – Dimasa pandemi covid-19 Peringatan HUT Ke-48 PDI Perjuangan (PDIP) dilakukan secara virtual dengan mencetak rekor muri jumlah peserta virtual terbanyak, Minggu (10/1) sore.

HUT ini bertema Indonesia berkepribadian dalam kebudayaan, yang dihadiri jajaran dewan pimpinan daerah, cabang, ranting, dan anak ranting PDIP di seluruh Indonesia.

Bahkan dalam virtual HUT PDIP, turut dihadiri Presiden Joko Widodo (Jokowi) dari Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin, Ketua Umum DPP PDI Perjuangan yang juga Presiden ke-5 Republik Indonesia Megawati Soekarnoputri, Ketua DPR RI Puan Maharani, dan Menteri Sosial Tri Rismaharini, Seskab Pramono Anung, Menkumham Yasonna Laoly, Menpan dan RB Tjahjo Kumolo, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak I Gusti Ayu Bintang Puspayoga, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono.

Sementara acara diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, yang dilanjutkan dengan mengheningkan cipta dipimpin Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto, pembacaan Pancasila oleh Menteri Sosial Tri Rismaharini, dilanjutkan menyanyikan Mars PDI Perjuangan dan Hymne PDI Perjuangan.

Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dalam pidatonya menyampaikan, belasungkawa mendalam bagi para tenaga kesehatan yang wafat dalam tugas pengabdian.

“Apalagi mereka terus mengabdikan diri menyelamatkan rakyat yang terpapar,” kata Megawati secara virtual, Minggu sore.

Tidak lupa ia mengucapkan terima kasih kepada tenaga pengajar dan pendidik yang terus mengabdikan diri menerangi anak-anak dengan ilmu pengetahuan, meski dengan kendala teknis.

Terima kasih pula bagi para petani, nelayan, pekerja di semua sektor dan UMKM yang tidak menyerah, terus berjuang menjaga ekonomi agar tetap berjalan.

“Doa dan perjuangan Ibu bersama kalian,” tegasnya.

Mega menyampaikan dalam perjalanan politiknya, banyak hal yang telah ditempuh dengan membangun partai politik dari PDI menjadi PDI Perjuangan dan tak henti dalam perjalananya selalu mengggelorakan semangat dan tenaganya.

“Bendera harus terus kita kibarkan dengan penuh keyakinan. Kita harus terus bergerak untuk mencapai tujuan, kita pasti berhasil sampai tujuan Indonesia Raya yang merdeka,” terangnya.

Megawati mencoba merenung dan menggali kembali lembar-lembar perjalanan kehidupan politik yang telah ia lewati. Renungan spiritual mengantarkannya pada memori terdalam tentang cita-cita dan gagasan politik seorang lelaki, yang dirinya panggil Bapak.

“Bapak telah menempa saya sejak kecil untuk hidup di jalan pengabdian kepada Tanah Air dan bangsa,” ucapnya dengan isak tangis.

Diungkapnya, Bapak (Ir Soekarno, red), ia memohon kepada Allah SWT, tetapkan-lah kecintaanku kepada Tanah Air dan bangsa, selalu menyala-nyala di dalam dadanya, sampai terbawa masuk ke dalam kubur saat Allah memanggilku pulang.

Kalimat tersebut juga diucapkan di tanggal yang sama, satu tahun lalu sebelum Indonesia dan dunia diguncang oleh virus covid-19.

Bukan hanya Indonesia tetapi juga dunia dipaksa untuk masuk peradaban baru, yang justru seharusnya membuka mata batin, pikiran, dan jiwa.

Inilah saatnya untuk benar-benar konsisten dan sungguh-sungguh menerima dan menjalankan Pancasila. Pancasila jangan menjadi jargon belaka. Bangsa ini butuh Pancasila di implementasikan, disaat krisis seperti ini keimanan pada Allah diuji untuk tetap berjuang dengan ikhtiar dan tawakal bagi kemanusiaan, dalam sebuah semangat persatuan.

“Hidupkan semangat kekeluargaan dan gotong royong yang dipimpin oleh suatu kebijaksanaan, yang mengupayakan negara tetap dapat memelihara hidup dan penghidupan yang sejahtera, tertib dan damai. Suatu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia,” papar Mega.

Dijelaskannya, pandemi covid-19 seakan memperlihatkan kebenaran hukum evolusi, bahwa pergantian alam atau keadaan, perubahan zaman atau masyarakat selalu diikuti pergantian cara hidup dan penghidupan. Selalu terdapat pula sisi positif dan kemajuan dari setiap kesukaran.

Tema HUT PDIP ini, ia katakan berdasarkan atas hukum positif yang menjamin keberlangsungan kemajuan ekonomi, kesusilaan, kebudayaan dan pemerintahan yang berjalan diatas kebajikan.

“Dasar dari segala upaya itu adalah keselamatan, kebahagiaan hidup rakyat, serta tetap hidupnya kepribadian bangsa,” tutupnya.

(Mys/riyan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *