Internet BAKTI Komdigi Dorong Kinerja Pemerintahan dan Ekonomi Warga di Kampung Payung-Payung Berau

FOTO: Rino Sekretaris Desa Kampung Payung- Paying memberiakn penjelassan terkait Akses Internet Bakti Komdigi menjadi penopang utama komunikasi dan promosi usaha warga di wilayah pesisir Kabupaten Berau/ doc.

MARATUA, Metrokaltim.com – Kehadiran layanan Internet Bakti dari Komdigi di Kampung Payung-Payung, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, memberikan dampak signifikan terhadap kinerja pemerintahan kampung sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat.

Sekretaris Kampung Payung-Payung, Rino, saat dikonfirmasi menyampaikan bahwa akses internet sangat membantu aparatur kampung dalam menjalankan tugas pemerintahan. Menurutnya, penggunaan internet mempercepat berbagai proses administrasi yang sebelumnya dilakukan secara manual.

“Ini sangat bermanfaat sekali, khususnya bagi kami di pemerintah kampung. Internet mendorong kecepatan kami dalam melaksanakan kegiatan pemerintahan. Sekarang ini semua sudah masuk era digital dan hampir seluruh laporan membutuhkan akses internet,” ujarnya ( 11/6/2026).

Selain itu, keberadaan internet juga dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, terutama nelayan, pedagang, dan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Internet dimanfaatkan sebagai sarana promosi dan pemasaran produk ke pasar yang lebih luas.

“Untuk masyarakat, khususnya nelayan, pedagang, dan UMKM, ini sangat membantu sebagai media promosi maupun jual beli,” tambahnya.

Rino menjelaskan bahwa layanan internet di kampung tersebut telah tersedia selama kurang lebih 10 tahun melalui program Pusat Bakti. Namun, ia mengakui masih terdapat kendala, terutama pada kecepatan jaringan yang dinilai belum optimal.

“Kalau kami jujur, memang masih agak lambat. Pernah juga server mengalami kerusakan dan butuh waktu cukup lama untuk penggantian,” jelasnya.

Kondisi cuaca juga menjadi faktor yang memengaruhi kualitas jaringan. Kampung Payung-Payung yang memiliki dua musim utama, yakni musim selatan dan musim utara, sering mengalami gangguan sinyal saat cuaca mendung atau hujan.

Pemerintah kampung, lanjut Rino, telah berulang kali mengusulkan pembangunan menara telekomunikasi melalui forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang). Namun hingga kini, realisasi masih terbatas pada penambahan titik Wi-Fi.

“Kami berharap ada perhatian lebih, terutama untuk daerah terluar seperti kami. Penambahan Wi-Fi saja belum cukup karena semakin banyak pengguna, jaringan semakin lambat,” katanya.

Ia juga menyoroti pentingnya infrastruktur komunikasi yang lebih andal, terutama saat terjadi bencana. Pada peristiwa puting beliung tahun 2025 lalu, jaringan komunikasi di kampung tersebut sempat lumpuh total sehingga menghambat koordinasi dan komunikasi warga.

Pemerintah kampung berharap adanya peningkatan kualitas layanan dan alternatif jaringan dari penyedia layanan agar konektivitas di wilayah tersebut semakin merata dan andal.

Penulis: Ries

Editor; Alfa

49

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *