Kementerian Haji dan Umrah Kaltim Gelar Diklat Petugas Haji di Asrama Haji Balikpapan

Dr. H .Mohlis, Kakanwil Kemehaj Kalimantan Timur. Foto: Ries

BALIKPAPAN, Metrokaltim.com – Kementerian Haji dan Umrah Wilayah Kalimantan Timur menggelar pendidikan dan pelatihan (diklat) bagi petugas haji selama 13 hari ke depan. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Asrama Haji Balikpapan Selatan, terhitung sejak 5 hingga 18 hari ke depan, sebagai bagian dari persiapan penyelenggaraan ibadah haji tahun ini.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Kalimantan Timur, Mohlis, mengatakan bahwa diklat ini dirancang secara terpadu dengan mengombinasikan materi teori dan praktik lapangan. Menurutnya, peserta tidak hanya dibekali materi di dalam kelas, tetapi juga latihan baris-berbaris, praktik melayani jemaah, serta simulasi teknis di lapangan.

“Diklat ini perpaduan. Ada kegiatan lapangan, baris-berbaris, praktik melayani, dan juga materi-materi pendukung. Semua ini untuk mempersiapkan petugas agar siap secara mental, fisik, dan teknis,” ujar Mohlis, (5/2/2006).

Terkait tenaga pengajar, Mohlis menjelaskan bahwa instruktur berasal dari berbagai unsur. Untuk pelatihan Peraturan Baris Berbaris (PBB), pengajar didatangkan dari unsur TNI, khususnya dari Pangdam. Sementara itu, materi lainnya diberikan oleh fasilitator daerah serta narasumber dari pusat.

Dalam kesempatan tersebut, Mohlis juga menekankan pesan penting kepada seluruh petugas haji Kalimantan Timur. Ia mengingatkan bahwa tugas melayani jemaah merupakan bagian dari ibadah. “Tugasku adalah ibadahku. Tidak perlu menuntut ibadah yang lain, tetapi jalankan tugas sebaik mungkin, karena itu sudah menjadi ibadah,” tegasnya.

Selain itu, ia mengajak seluruh petugas untuk menjaga marwah Kalimantan Timur yang selama ini dikenal memiliki jemaah yang tertib dan berperilaku baik. Ia juga mendorong dukungan penuh terhadap Kementerian Haji dan Umrah agar pelaksanaan ibadah haji tahun ini lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya, dengan mengedepankan prinsip ramah perempuan, ramah manusia, serta memperhatikan kebutuhan penyandang disabilitas.

Sementara itu, salah satu petugas haji nonkloter, Yuni, menyampaikan bahwa jumlah petugas nonkloter dari Kalimantan Timur sebanyak 16 orang. Secara keseluruhan, jumlah petugas yang mengikuti diklat, baik kloter maupun nonkloter, mencapai sekitar 109 orang.

“Seluruhnya berasal dari Kalimantan Timur dan sudah dibagi wilayah kerja serta sektornya. Ada yang bertugas di Madinah dan ada yang di Mekah,” jelas Yuni.

Ia menambahkan, sebelum keberangkatan, para petugas dibekali berbagai persiapan, mulai dari pemeriksaan kesehatan, pembekalan teknis sesuai tugas masing-masing, hingga penguatan fisik. Hal ini dilakukan demi memaksimalkan pelayanan kepada seluruh jemaah haji, khususnya jemaah asal Kalimantan Timur.

Terkait pesan menjaga marwah daerah, Yuni menegaskan bahwa seragam yang dikenakan petugas merupakan amanah besar. “Ini adalah komitmen bersama untuk melayani jemaah dengan sungguh-sungguh. Tidak ada niat ‘nebeng haji’. Jika nantinya bisa berhaji, itu hanyalah bonus dari Allah SWT,” pungkasnya.

Penulis: Ries

Editor: Alfa

119

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.