Kolaboratif Adaptif, Kilang Pertamina Unit Balikpapan Gandeng Start-up Lokal Besutan Anak Balikpapan Selesaikan Persoalan Sampah

BALIKPAPAN, Metrokaltim.com – Pertamina melalui PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) Unit Balikpapan turut mendukung program Pemerintah Kota Balikpapan dalam mengurangi sampah yang dikirim ke Tempat Pengolahan Akhir (TPA) sampah – Manggar. Dukungan ini diwujudkan melalui implementasi program Reduce Reuse Recycle (3R) di lingkungan operasional perusahaan.

Untuk mendukung hal tersebut, PT KPI Unit Balikpapan Resmi menggandeng Start-up Lokal Balikpapan PT Inovasi Keberlanjutan Indonesia (Cirowaste) sebagai mitra pendukung dalam upaya implementasi pengelolaan sampah pada proses produksi dan proses pendukungnya. Penandatanganan kerja sama dilakukan pada penutupan bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Nasional, di Banua Patra Balikpapan, (Sabtu,11/03).

Cirowaste yang bergerak dalam pengelolaan sampah berbasis aplikasi tersebut akan melakukan pengelolaan sampah terlebih dahulu. Tujuannya agar mengurangi pengiriman sampah perusahaan ke TPA Manggar. Salah satunya melalui pemanfaatan sampah menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi dan bermanfaat untuk perusahaan, masyarakat, dan pemerintah kota dalam menyelesaikan persoalan sampah di Balikpapan.

PT KPI Unit Balikpapan menyambut baik pengelolaan sampah yang bertanggungjawab, dan mengkoordinasikannya dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Balikpapan. “Awalnya kami bersurat untuk dapat audiensi kepada pihak Pertamina RU V mengenai pengelolaan sampah bertanggung jawab berbasis aplikasi. Kemudian diperkenankan untuk meeting audiensi bersama dengan DLH kota Balikpapan. Disitu kami mempresentasikan pola kerja dan konsep pengelolaan sampah yang ada di Ciroes dan dari Pihak Pertamina RU V menyambut baik akan hal tersebut,” kata Direktur PT Inovasi Keberlanjutan Indonesia Dianisa Ester.

Setelah itu, PT KPI Unit Balikpapan membuat konsep pengelolaan sampah perusahaan bersama dengan Bank Sampah Tunas Muda dan Cirowaste. “Tindaklanjut dilakukan dengan pengecekan ke Bank Sampah Tunas Muda dan bersama mulai mengkonsep pola pengelolaan sampah. Setelah proses trial dilakukan selama 1 Bulan, akhirnya dilanjutkan dengan penandatanganan MoU kerjasama untuk pengelolaan sampah secara bertanggung jawab dengan mengimplementasikan 3R,” jelas Dian.

PT KPI Unit Balikpapan memanfaatkan Teknologi Pengelolaan Sampah Cirowaste yang menghubungkan 3 elemen penting rantai daur ulang sampah yaitu Masyarakat, Bank Sampah dan Industri Daur Ulang. Sehingga perusahaan dapat mengurangi pembuangan sampahnya. Melalui pemilihan, sampah jenis tertentu kemudian diolah melalui Bank Sampah Tunas Muda dan Cirowaste sehingga memiliki nilai ekonomi. Selain itu, Cirowaste juga akan melakukan sosialisasi pengelolaan sampah yang baik sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

PT KPI Unit Balikpapan menurut Dian gadis asli Balikpapan ini, sangat memperhatikan dan mendukung program-program terkait keberlanjutan lingkungan. “Kami bersyukur atas kepercayaan dan support yang diberikan. Bahwa Pertamina RU V sangat concern dan mendukung program-program dan usaha terkait sustainability. Dan kami percaya bahwa instansi dan perusahan lain juga akan mengikuti dan mulai sadar mengenai issue sustainability khususnya mengenai pengelolaan sampah yang bertanggung jawab,” ucap Dian.

Melalui kerjasama ini PT KPI Unit Balikapapan telah membuka harapan bagi persoalan sampah dan kesejahteraan masyarakat Balikpapan. Kerjasama ini juga mendukung pemenuhan Sustainable Development Goal’s (SDGs) nomor 12 yaitu Konsumsi dan Produksi Bertanggung Jawab dan nomor 17 Kemitraan Untuk Mecapai Tujuan melalui pengelolaan sampah dengan mengimplementasikan 3R. “Harapannya Kerjasama PT KPI RU V dengan Cirowaste dapat memberi dampak positif untuk perusahaan, masyarakat sekitar, dan lingkungan,” harap Dian.

Senada dengan itu, General Manager PT KPI Unit Balikpapan Arafat Bayu Nugroho, mengharapkan kerja sama ini dapat membantu program Pemerintah Kota, dan memberikan nilai ekonomi untuk masyarakat kota Balikpapan. Alih-alih membuang sampah langsung dan menjadi masalah timbunan di TPA, perusahaan melalui program ini melakukan pemilahan dan pengelolaan terlebih dahulu.

“Melalui kerjasama dengan Cirowaste ini diharapkan dapat meningkatkan pengelolaan sampah operasional maupun non operasional di lingkungan perusahaan agar dapat memberikan nilai tambah. Cirowaste akan membantu melakukan pengelolaan sampah agar dapat diolah oleh masyarakat serta memberikan nilai ekonomi di masyarakat dengan mengimplementasikan 3R. Hal ini juga dapat mendukung program Pemerintah Kota Balikpapan untuk mengurangi sampah yang dikirim ke TPA,” tutup Bayu. (*/Ries).

157

Leave a Reply

Your email address will not be published.