Otorita IKN Tingkatkan Kolaborasi Konstruksi, Gelar Penandatanganan Kontrak dan PCM Terpadu

Kolaborasi untuk Nusantara: Otorita IKN bersama KSO menandatangani enam kontrak pembangunan Tahap II, menegaskan langkah strategis percepatan pembangunan ibu kota baru. Foto: OIOKN

NUSANTARA, Metrokaltim.com – Sebagai bagian dari percepatan pembangunan Tahap II Ibu Kota Nusantara (IKN), Otorita IKN melaksanakan penandatanganan enam kontrak sekaligus menggelar Pre-Construction Meeting (PCM) terintegrasi di Kantor Kemenko 4, Nusantara, Senin (10/11). Kegiatan ini menekankan prinsip kolaborasi antara pemerintah dan mitra kerja konstruksi.

Acara penandatanganan kontrak dilakukan oleh Pejabat Pembuat Komitmen XIV-2025, Rizal Falevi, dan Pejabat Pembuat Komitmen XXI-2025, Siddiq Permana, bersama para pemegang Kuasa Kerja Sama Operasi (KSO), disaksikan langsung Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono.

Dalam arahannya, Basuki menekankan bahwa kontrak yang ditandatangani merupakan langkah strategis untuk memastikan pembangunan kawasan legislatif dan yudikatif berjalan sesuai jadwal. “Penandatanganan ini menandai kolaborasi tim yang solid. Dengan sinergi antara Otorita dan KSO, kita dapat menciptakan lapangan kerja sekaligus mendorong pembangunan infrastruktur secara berkelanjutan,” ujar Basuki.

Enam kontrak tersebut terdiri dari satu paket pekerjaan fisik dan lima paket manajemen konstruksi, dengan total nilai mencapai lebih dari satu triliun rupiah.

Paket pekerjaan fisik meliputi pembangunan Jalan Kawasan Kompleks Legislatif sepanjang 3,7 km, mencakup 10 ruas utama dan 4 jembatan, yang akan berlangsung hingga 2027. Pekerjaan ini ditangani oleh PT Bangun Cipta Kontraktor, PT Modern Widya Tehnical, PT Markinah, dan PT Daya Mulia Turangga.

Sementara itu, lima paket manajemen konstruksi akan mengawal pembangunan gedung legislatif dan yudikatif, serta gedung pendukung, dengan pembagian sebagai berikut:

  • Manajemen Konstruksi Gedung dan Kawasan DPR I dan Paripurna: PT Ciriasajasa Cipta Mandiri, PT LPPSLH Konsultan, PT Cipta Andalan Persada.
  • Manajemen Konstruksi Gedung dan Kawasan DPR II: PT Agrinas Pangan Nusantara (Persero), PT Ciriajasa E.C., PT Rancang Semesta Nusantara.
  • Manajemen Konstruksi Gedung dan Kawasan Kompleks Yudikatif: PT Ciriajasa Engineering Consultants, PT Pola Teknik Konsultan, PT Jaya Construction Management Manggala Pratama.
  • Manajemen Konstruksi Gedung DPD dan MPR beserta pendukung: PT Jaya Construction Management Manggala Pratama, PT Pola Teknik Konsultan, PT Cipta Andalan Persada.
  • Manajemen Konstruksi Bangunan/Kantor Pendukung: PT Pola Teknik Konsultan, PT Agrinas Pangan Nusantara (Persero), PT Cipta Andalan Persada.

Setelah penandatanganan, PCM terintegrasi digelar untuk menyamakan pemahaman metodologi kerja, penataan lalu lintas proyek, serta koordinasi teknis lintas pihak. Forum ini menekankan mitigasi risiko dan kelancaran operasional sebelum konstruksi dimulai, dengan empat agenda utama: Manajemen Konstruksi Induk, Paket Pembangunan Jalan Kompleks Yudikatif, Paket Pembangunan Jalan Kompleks Legislatif, dan Paket Pembangunan Jalan Kawasan Pendukung KIPP 1A.

Melalui langkah ini, Otorita IKN menegaskan komitmen mempercepat pembangunan infrastruktur pemerintahan, sejalan dengan arahan Presiden dalam Perpres Nomor 79 Tahun 2025 tentang Pemutakhiran Rencana Kerja Pemerintah Tahun 2025. Pendekatan kolaboratif dan transparan ini diharapkan mendorong Nusantara menjadi “Kota Dunia untuk Semua.” (*/Ries).

251

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.