Rencana Penghapusan Penjualan BBM Eceran, Pemkot Samarinda Akan Panggil Pihak Pertamina
Samarinda.Metrokaltim.com- Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda berencana akan melakukan penghapusan skema penjualan Bahan Bakar Minyak (BBM) secara ecer yang kian menjamur di Kota Tepian. Terkait hal itu, rencanannya Wali Kota Samarinda, Andi Harun akan memanggil pihak manajemen PT Pertamina dan mengundang stakeholder guna membahas rencana tersebut.
Andi Harun mengakui bahwa, dirinya telah menerima laporan secara lisan terkait polemik penjualan BBM ecer yang termasuk praktik ilegal yang dilaporkan Tim Wali Kota untuk Akselerasi Pembangunan (TWAP) Kota Samarinda.
“Akan disampaikan dalam bentuk rekomendasi tertulis. Kami akan evaluasi. Kami memikirkan serius untuk memeriksa dari sisi regulasi, apakah pemkot memiliki kewenangan melakukan penindakan,” ucqpnya, Senin (18/4/2022).
Andi Harun menegaskan bahwa banyaknya penjualan BBM eceran atau sering dikenal dengan nama ‘Pertamini’, ‘Pom Mini’ dan sebagainya itu, menunjukan bahwa masih lemahnya pengawasan oleh pihak PT Pertamina sendiri. Sebab, penjualan BBM hanya melalui satu pintu yakni lewat Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).
“Bukti konkret bahwa pengawasan Pertamina akan hal itu lemah. Atau patut diduga Pertamina melakukan pembiaran,” ucapnya.
Ditambahkan orang nomor satu di Pemkot Samarinda itu bahwa skema usaha penjualan BBM pasti sudah diatur sebelum-sebelumnya.
“Saya hanya belum teliti saja. Tidak mungkin bisa diperjualkan sembarangan. Makanya orang membuat SPBU harus ada syaratnya,” imbuhnya.
Untuk penghentian praktik ilegal penjualan BBM ecer di masyarakat, Andi Harun menyatakan hal tersebut tak urung bakal dilakukan Pemkot Samarinda. Tentunya dilakukan dengan landasan hukum yang jelas.
Selain itu wacana tersebut juga demi melindungi masyarakat dan menghindari potensi kerugian yang besar, baik dari sisi kecelakaan kebakaran maupun korban jiwa.
Andi Harun menegaskan pemkot sedang memikirkan untuk menghentikan penjualan tersebut dan memberikan larangan secara keras kepada SPBU agar tak menjual BBM ke eceran.
“Atau kalau ingin dibuat tata niaga penjualannya, walaupun sudah ada Petrashop, itu masih mahal bagi masyarakat. Jadi ada juga catatan bagi Pertamina bahwa programnya harus lebih ekonomis lagi,” pungkasnya.
347
