Suwanto Sebut Ketersediaan Sekolah Tingkat SMA/SMK wilayah Balteng Sangat Minim
Balikpapan, Metrokaltim.com – Dalam rangka silaturahmi dan jaring aspirasi masyarakat, DPRD kota Balikpapan Suwanto menggelar Reses DPRD masa sidang II tahun 2022 di kediamannya RT 69 Kelurahan Gunung Sari Ilir (GSI), Balikpapan Tengah (Balteng), Minggu (19/6/2022).
Pada kesempatan ini beberapa RT menyampaikan aspirasinya, mulai dari RT 39 GSI Ramli yang meminta pemerintah kota agar tidak hanya buat Perda, tetapi pelaksanaannya tidak efektif contohnya penggunaan fasilitas umum, pembuangan sampah diluar jam yang diatur.
“Tetapi nyatanya banyak warga yang melanggar, sedangkan disana juga tidak ada petugas yang hadir,” ujar Ramli.
Lalu, Ketua RT 3 GSI Ahmad Yani mengeluhkan permasalah pendidikan di wilayah Balteng perihal tidak adanya SMAN/SMKN, sehingga anak-anak tidak tercover sekolah di negeri.
Namun ia mengaku setuju dengan sistem zonasi, cuma ini tidak tercover dengan fasilitas yang ada, mengingat masih kurangnya lahan.
“Selain itu, terkait masalah drainase yang sedimennya selalu menumpuk di depan PLTD, maka itu sering alami banjir,” ucap Ahmad.
Menanggapi hal itu, Suwanto menjelaskan, reses hari ini (19/6) ia fokus mengundang dari perwakilan ketua RT di lingkunga GSI untuk menyampaikan aspirasinya, mengingat ketua RT lebih mengetahui permasalahan daripada warga. Sehingga masing-masing RT menyampaikan masalah di lingkungannya.
“Ternyata masalahnya hampir semua sama, baik dari masalah pendidikan, infrastruktur dan masalah keamanan lingkungan,” jelas Suwanto usai reses.
Dirinya membenarkan, jika ketersediaan sekolah tingkat SMA/SMK di wilayah Balteng sangat minim. Maka itu banyak orangtua yang mengeluhkan permasalahan pendidikan ke RT maupun ke kelurahan, bahkan sampai ke DPRD.
Perihal usulan RT terkait peningkatan bangunan SD menjadi SMK, ia menjelaskan, untuk permasalahan itu ia juga harus diskusikan dengan Dinas Pendidikan melalui komisi IV DPRD Balikpapan. Diharapkan ada penambahan sekolah untuk SMA/SMK dan perubahan fungsi dari SD menjadi SMK.
“Sebenarnya ada lahan bekas SMA 2 di Pasar Baru. Tapi akan saya coba diskusikan dengan aset terkait dengan fungsi daripada SMA 2 saat ini,” jelasnya.
Mudah-mudahan lahan exs SMA 2 bisa difungsikan lagi menjadi sekolah yang berdekatan antara Balteng dan kota. Bahkan setiap tahun selalu begitu, solusinya ada pembangunan sekolah, tetapi di luar kecamatan.
Sedangkan masalah keamanan, karena tidak adanya Koramil dan Polsek di wilayah Balteng. Sehingga perwakilan RT minta adanya penambahan sekolah, demi keamanan dan kenyamanan masyarakat Balteng
“Pastinya tentu untuk bisa lebih membantu proses keamanan dan lingkungan, khususnya Balteng,” imbuhnys. (Mys/ Ries).
380
