Tim Kementerian Kesehatan Lakukan Tracing, Diduga Warga Balikpapan Terkena Virus B117

Balikpapan, Metrokaltim.com – Tim Kementerian Kesehatan datang ke Balikpapan sejak Senin (8/3) untuk melakukan tracing kepada warga Balikpapan yang diduga terkena virus B117.

“Kami belum dapat laporan hasilnya, kan tim kesehatan sudah turun mulai kemarin untuk melakukan tracing kepada 5/6 warga Balikpapan,” ucap Wali Kota Balikpapan HM Rizal Effendi di Balai Kota, Selasa (9/3).

Disampaikannya, bahwa seorang laki-laki kelahiran tahun 1973 ini bekerja sebagai Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Arab Saudi yang menunjukkan ada virus B117. Sebelumnya, warga Balikpapan Timur ini telah melewati masa karantina di wisma atlit. Selain itu juga, sudah dilakukan pemeriksaan swab yang hasilnya negatif, sehingga diperbolehkan pulang ke Balikpapan.

“Ternyata masih dilakukan test lain terhadap varian baru B117, dan hasilnya menunjukkan bahwa dia ada B117 nya, karena sudah pulang ke Balikpapan, sehingga tim kementerian kesehatan bergerak ke Balikpapan,” ujar Rizal.

Rizal mengatakan, jika mengikuti keterangan Kementerian Kesehatan yang bersangkutan sudah negatif covid-19, namun karena ada virus varian baru B117 Kementerian Kesehatan langsung mendatangi ke Balikpapan.

“Beberapa yang kontak erat diperiksa, ada lima orang yang diperiksa,” imbuhnya.

Sementara ini, penanganan yang dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) belum mendapatkan petunjuk dari Gubenur Kaltim, karena masih menunggu hasil tracing dari anak, istri termasuk kontak erat. Ketika nanti ada dinyatakan positif nanti diberi petunjuk terkait penanganannya.

“Kemarin dia tidak dicek disini, hasilnya langsung dikirim menggunakan pesawat ke Jakarta, jadi tidak diperiksa di lab kami. Jadi apakah hari ini sudah keluar hasil dan timnya sudah pulang, kami tunggu perkembangannya, jadi kami belum bisa mengerti juga,” paparnya.

Sementara ini yang bersangkutan melakukan isolasi mandiri dirumah sambil menunggu hasil dari tim Kementerian, karena bersangkutan merasa hasil pemeriksaan swab hasilnya negatif.

“Kami mau isolasi di Embarkasi haji selama penanganan ini tapi nggak mau, karena hasilnya kan negatif (pemeriksaan swab,Red). Baru mau setelah hasil dari Kementerian Kesehatan jadi kami tunggu petunjuk hasilnya, tapi kami minta tidak boleh beraktivitas kemana-mana,” serunya.

Dirinya menambahkan, yang bersangkutan datang dari Arab Saudi tanggal 5 Februari 2021, dan melakukan karantina sampai dengan tanggal 19 Februari 2021. Kemudian, tanggal 20 Februari 2021 dilakukan pemeriksaan swab yang hasilnya negatif dan tanggal 21 Februari 2021 sudah tiba di Balikpapan.

(Mys/riyan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *