Tujuh Preman di Kukar Digulung Jatanras Polda Kaltim, Usai Peras Nahkoda Kapal

Balikpapan, Metrokaltim.com – Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Kaltim terus menggencarkan pemberantasan aksi premanisme di wilayah hukum Polda Kaltim. Respons cepat ditunjukan oleh Subdit Jatanras saat ada laporan yang masuk terkait tindak kriminalitas, salah satunya premanisme.

Jika belum lama ini kawasan premanisme yang beraksi di wilayah Kabupaten Paser berhasil diringkus oleh Tim Jatanras Polda Kaltim. Kali ini para pelaku yang beraksi di wilayah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) turut digulung aparat kepolisian.

Tujuh orang preman ditangkap dalam aksi pemerasan yang dilakukan terhadap kapten kapal yang memuat kayu. Tujuh pelaku diketahui berinisial RS, SI, DWM, MS, AS, OIS dan RY.

Terungkapnya aksi premanisme ini berawal dari Kapten Usman memuat kayu, lalu mendapat telepon dari seseorang yang mengatakan bahwa telah melanggar peraturan kelompok, karena memutus tali yang mereka pasang di sebuah galangan kapal di Kutai Barat pada Jumat (3/9).

Atas peristiwa tersebut korban diminta harus membayar 2 persen dari nilai penjualan kayu tersebut senilai Rp 175 juta. Kemudian Sabtu (4/9) dini hari sekira pukul 00.30 Wita kapal bersandar di dermaga di wilayah Loa Duri Kutai Kartanegara. Selang beberapa saat kapal tersebut didatangi oleh kelompok.

“Beberapa orang ini mereka menaiki dan memasuki ke dalam kapal dengan melakukan pengancaman dan pemerasan meminta uang senilai Rp 3 juta dan solar. Kemudian diberikan Rp 300 ribu dan dua jeriken solar,” beber Dirreskrimum Polda Kaltim Kombes Pol Subandi didampingi Kabid Humas Polda Kaltim Kombes Pol Yusuf Sutejo, saat menggelar pres conference di Mapolda Kaltim, pada Rabu (15/9).

Kemudian tersangka SI menelepon pemilik kapal untuk meminta uang senilai Rp 5 Juta melalui transfer. “Karena pelaku ini banyak, nahkoda kapal ketakutan, merasa terancam dan merasa di peras, sehingga melaporkan kepada kepolisian,” katanya.

Dia mengungkapkan bahwa aksi premanisme tersebut terjadi berulang kali sehingga membuat resah masyarakat.

“Kejadian ini sudah berulang kali terjadi, bukan sekali dua kali tapi sudah sering. Sehingga dalam menciptakan suasana kamtibmas yang kondusif, ya kami lakukan penegakan hukum sesuai aturan yang berlaku,” tegasnya.

Saat ini ke tujuh tersangka diamankan di Mapolda Kaltim. Dirinya berharap agar ke depan tidak terjadi hal yang serupa yang dilakukan oleh kelompok pelaku. Dia tegaskan karena mereka melakukan perbuatan pidana maka harus menerima hukum sesuai yang diperbuatnya.

“Ini negara hukum, ada aturan mainnya dan ada aturan yang harus ditaati oleh seluruh warga negara Republik Indonesia,” pungkasnya.

Sementara itu, di tempat yang sama Kabid Humas Polda Kaltim Kombes Pol Yusuf Sutejo menambahkan, Polda berhasil mengamankan sejumlah 7 orang dalam kasus tersebut, dan masing-masing dari mereka memiliki peran sendiri.

Ada yang berperan sebagai otaknya, ada yang berperan yang naik ke kapal untuk meminta dan memeras sejumlah uang. Ada juga yang berperan sebagai penerima hasil kejahatannya dalam hal ini yang punya nomor Rekening yaitu seorang perempuan DWM.

“Para pelaku diamankan pada Sabtu (5/9). Jadi kurang dari 2×24 jam sudah bisa terungkap. Dan otak pelaku kami amankan setelah dua hari kemudian pada tanggal 7 September,” jelasnya.

Guna mempertanggungjawabkan perbuatannya para pelaku diancam dengan pasal 368 KUHP JO 55, tentang pemerasan yang disertai dengan pengancaman.

(riyan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *