Fraksi DPRD Menerima dan Menyetujui Raperda Perubahan APBD TA 2021

BALIKPAPAN, Metrokaltim.com – DPRD kota Balikpapan menggelar rapat paripurna dalam penyampaian pendapat akhir fraksi dan penandatanganan berita acara persetujuan wali kota dan DPRD Balikpapan atas Raperda Perubahan APBD TA 2022. Yang dilaksanakan diruang paripurna DPRD secara tatap muka, Senin (12/9/2022).

Pendapat akhir fraksi dibacakan oleh 7 fraksi DPRD. Yang berisi bahwa seluruh fraksi DPRD dapat menerima dan menyetujui Raperda Perubahan APBD tahun 2021 untuk ditetapkan menjadi Peraturan Daerah (Perda) Kota Balikpapan.

Adapun berbagai pertimbangan yang menjadi landasan rencana P-APBD tahun 2021. Yanga seluruh fraksi menyampaikan beberapa masukan kepada eksekutif.

Ketua DPRD kota Balikpapan Abdulloh menjelaskan, setelah disepakati dan disetujui bersama. Dilakukan penandatanganan berita acara Perubahan APBD 2022, selanjutnya disampaikan kepada Gubernur Kaltim untuk dilakukan evaluasi.

“Apabila tidak ada permasalahan langsung disahkan sebagai Perubahan APBD 2022,” kata Abdulloh kepada awak media.

Pada kesempatan ini Wali kota Rahmad Mas’ud mengucapkan terima kasih kepada anggota dewan, melalui juru bicara masing masing fraksi yang dilengkapi berbagai kritikan dan saran. Diakui jika pembahasan sedikit mengalami keterlambatan, hingga menyita waktu dan pikiran anggota dewan.

“Alhamdulillah hari ini bisa disepakati, penandatanganan ini merupakan bukti dan komitmen DPRD dan Pemkot untuk melaksanakan Perubahan APBD lebih baik kedepannya,” akunya.

Untuk perubahan pendapatan daerah disepakati menjadi sebesar Rp 2.452.550.850.000, bertambah sebesar Rp 349.847.422.089 jumlah pendapatan setelah perubahan Rp. 2.802.398.272.089

Perubahan belanja daerah disepakati menjadi Rp 2.602.156.718.301 bertambah sebesar Rp 645.972.529.461, jumlah  belanja daerah setelah perubahan Rp 3.248.129.247.762

“Dari total rencana pendapatan dan belanja daerah, maka perubahan APBD ini terjadi selisih kurang antara rencana pendapatan dengan rencana belanja daerah sebesar Rp 445.730.975.673,” paparnya.

Dan penerimaan pembiayaan daerah semula Rp 175.605.868.301 bertambah Rp 297.717.468.322 jumlah penerimaan pembiayaan setelah perubahan menjadi Rp 473.323.326.623

Pengeluaran pembiayan daerah semula Rp. 26.000.000.000 bertambah Rp 1.592.306.950, jumlah pengeluaran pembiayan setelah perubahan menjadi Rp 27.592.306.950.

“Jumlah penerimaan pembiayaan setelah perubahan menjadi Rp 445.730.975.673   sehingga struktur perubahan anggaran pendapatan dan belanja daerah tahun anggaran 2022 menganut anggaran berimbang atau zero defisit,” terangnya. (Mys/Ries)

Leave a Reply

Your email address will not be published.