Maraknya Balapan Liar Usai Sahur, Gepak Kuning Kaltim Minta Orang Tua Lebih Mengawasi Anak

Ketua Umum Gepak Kuning kaltim Suriansyah, Foto Ries

BALIKPAPAN, Metrokaltim.com – Bulan suci Ramadan yang seharusnya menjadi momen penuh berkah dan ibadah, justru kerap dinodai oleh maraknya aksi balapan liar yang dilakukan sekelompok remaja usai santap sahur. Fenomena ini kembali terjadi di berbagai daerah, termasuk di Kalimantan Timur. Balapan liar yang dilakukan di jalanan umum tidak hanya membahayakan nyawa para pelaku, tetapi juga mengganggu ketertiban masyarakat serta pengguna jalan lainnya.

Ketua Umum Gerakan Putra Asli Kaltim – Kaltara (Gepak Kuning) , Suriansyah, mengungkapkan keprihatinannya terhadap aksi balapan liar yang rutin terjadi setiap Ramadan. Ia meminta kepada para orang tua agar lebih ketat dalam mengawasi anak-anak mereka, terutama saat malam hingga menjelang subuh, untuk mencegah keterlibatan dalam aksi berbahaya ini.

“Kami sangat menyayangkan masih adanya balapan liar yang terjadi di bulan Ramadan ini. Seharusnya bulan suci ini diisi dengan kegiatan positif yang lebih bermanfaat, bukan dengan aktivitas yang justru membahayakan diri sendiri dan orang lain. Kami mengimbau kepada para orang tua agar lebih memperhatikan aktivitas anak-anaknya, jangan sampai mereka terlibat dalam balapan liar,” ujar Suriansyah. (28/2/2025).

Selain itu, Suriansyah juga meminta pihak Satuan Lalu Lintas (Satlantas) untuk lebih aktif dalam melakukan patroli di kawasan-kawasan yang kerap dijadikan arena balapan liar. Menurutnya, dengan adanya patroli yang rutin dilakukan, aksi balapan liar dapat ditekan sehingga tidak semakin meluas dan mengganggu keamanan serta ketertiban masyarakat.

“Kami meminta kepada pihak kepolisian, khususnya Satlantas, untuk melakukan patroli lebih intensif di lokasi-lokasi yang sering dijadikan arena balapan liar. Langkah ini penting agar Ramadan bisa berjalan dengan penuh hikmah dan memiliki nilai positif bagi masyarakat,” tambahnya.

Balapan liar yang dilakukan usai sahur bukan hanya meresahkan warga sekitar, tetapi juga menimbulkan potensi kecelakaan yang fatal. Tidak sedikit kasus di mana para pelaku mengalami cedera serius hingga meninggal dunia akibat kecelakaan saat balapan liar. Selain itu, suara bising dari motor yang telah dimodifikasi kerap mengganggu kenyamanan warga yang hendak beristirahat atau bersiap untuk ibadah subuh.

Masyarakat pun diharapkan untuk lebih peduli dan turut serta dalam mencegah aksi balapan liar dengan melaporkan kepada pihak berwajib jika melihat adanya aktivitas mencurigakan di jalanan yang berpotensi menjadi ajang balapan liar. Kesadaran bersama antara masyarakat, pihak kepolisian, serta peran aktif orang tua sangat diperlukan agar fenomena ini dapat diminimalisir.

Dengan adanya perhatian dari berbagai pihak, diharapkan bulan Ramadan tahun ini bisa menjadi momen yang penuh dengan kedamaian dan ibadah tanpa terganggu oleh aksi balapan liar yang membahayakan. Semua pihak diharapkan dapat bekerja sama dalam menciptakan lingkungan yang lebih aman dan kondusif selama bulan suci ini.

Penulis: Ries

Editor: Alfa

558

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.