Orang Tua Korban Bersama UPTD PPA Balikpapan Melapor ke Polda Kaltim

Balikpapan, Metrokaltim.com – Para orang tua yang geram dengan aksi pencabulanan yang diduga dilakukan oleh salah satu pengasuh lembaga pendidikan di wilayah Balikpapan Utara akhirnya melaporkan kejadian tersebut ke Mapolda Kaltim. Dengan didampingi Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA) para orang tua korban yang sebelum melakukan konsultasi dan menindak lanjuti kasus dugaan pencabulan itu bersama-sama melapor ke pihak kepolisian.

Salah satu orang tua korban memberikan keterangan kepada awak media. Salah satu orang tua korban yang enggan disebutkan namanya menceritakan kejadian tidak senonoh yang dialami putrinya saat menimba ilmu di sebuah lembaga pendidikan di wilayah Balikpapan Utara.

Di mana putrinya mengaku diraba-raba di area dada oleh salah satu oknum pengasuh lembaga pendidikan tersebut. “Kalau anak saya dipegang bagian dadanya yang lain ada yang lebih parah, makanya kita ingin melanjutkan,” kata ayah korban.

Kejadian tersebut sambungnya belum lama terjadi, di mana ketika itu putrinya digerayangi di area dada pada saat memasak di dapur. “Pada saat itu anak saya diminta memasak telur ceplok di dapur, lalu diraba bagian dadanya seperti itu kalau yang lain ada yang parah,” ujarnya

Kelakuan bejat itu baru diketahui ketika salah satu rekan anaknya pada malam hari menghubungi orang tuanya untuk datang ke Lembaga Pendidikan tersebut karena ketakutan usai dicabuli sang oknum pengasuh.

“Pertama kali tahu, ada korban pada malam hari anak- anak ngaku telah menjadi korban cabul ada 9 orang yang mengaku dengan orang tuanya. Anak saya gak berani ngomong lalu saya bersama istri mendatangi lokasi kejadian dan menanyakan kepada anak saya, dia nangis menceritakan itu,” paparnya.

Mendapatkan informasi itu kemudian para orang tua wali mencoba mengkonfirmasi kepada oknum pengasuh lembaga pendidikan tersebut.

“Langkah yang dilakukan mendengar itu, lalu kami konfirmasi kepada yang bersangkutan dia sempat meminta kepada orang tua korban untuk tidak memperpanjang masalah karena ketika membesar katanya bisa hancur keluarganya. Dia harus menerima konsekuensi dia kan tokoh,” tegasnya.

Pasca kejadian itu oknum pengasuh lembaga pendidikan tersebut mengundurkan diri dengan dalih difitnah. “Dia mengumpulkan anak- anak mengaku difitnah lalu kami kaget fitnah apa kan dia sudah mengakui sendiri perbuatannya lalu dia mengundurkan diri,” cetusnya dengan nada geram.

Saat ini pihaknya bersama orang tua korban lainnya tengah berkonsultasi dengan Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Kota Balikpapan. “Sekarang pelaku sudah keluar dari Yayasan. Upaya yang dilakukan korban lain sedang berkonsultasi ke UPTD PPA untuk konsultasi. Anaknya dikonseling dulu,” tandasnya.

Konselor Hukum UPTD PPA Kota Balikpapan Muhammad Hilal, SH, C.Me.

Sementara itu dihubungi terpisah, Konselor Hukum UPTD PPA Kota Balikpapan Muhammad Hilal, SH, C.Me mengatakan bahwa secara resmi pihaknya bersama korban melaporkan kejadian tersebut ke Polda Kaltim.

Sekira pukul 16.45 Wita korban bersama Tim sedang melakukan proses pelaporan ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Kaltim.

“Sudah ada dua orang korban yang melapor ke Kepolisian barusan sudah kami laporan di SPKT kemudian ke Renakta dan divisum untuk proses selanjutnya kita tunggu dari Renakta,” timpalnya.

Hilal menambahkan, dalam pelaporan ke Polda Kaltim korban didampingi oleh orang tuanya, Pengacara UPTD PPA, Psikolog serta Pekerja sosial. “Kami harapkan diproses secepatnya tadi yang ikut mendampingi dua korban bersama orang tuanya serta dari UPTD PPA dan Pekerja Sosial,” sebutnya.

Hilal mengaku belum dapat membeberkan nama ataupun inisial oknum tersebut dikarenakan masih dalam proses pelaporan ke Kepolisian. “Maaf karena ini belum ditetapkan sebagai tersangka kami belum berani Mas,” tandasnya. (riyan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *