Penyidik Fismondev Ditreskrimsus Polda Kaltim Kembangkan TPPU, Kasus Perbankan di Bank Bukopin

Balikpapan, Metrokaltim.com – Penyidikan dalam kasus perbankan yang menyeret sejumlah oknum pimpinan Bank Bukopin Balikpapan saat ini berkas pemeriksaan perkaranya telah dirampungkan oleh Penyidik Subdit II Fiskal Moneter dan Devisa (Fismondev) Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Kaltim.

Dalam kasus ini 30 orang yang merupakan nasabah Bank Bukopin menjadi korban dengan total kerugian mencapai Rp 150 miliar. Penyidik sendiri menetapkan dua orang tersangka, saat ini penyidik mengembangkan tindak pidana pencucian uang (TPPU).

“Untuk LP (laporan polisi) pertama sudah P-21. Kami sedang kembangkan TPPU-nya,” ungkap Kabid Humas Polda Kaltim Kombes Pol Ade Yaya Suryana didampingi Direktur Reskrimsus Polda Kaltim Kombes Pol Bharata Indrayana, Selasa (6/10).

Tersangka perempuan berinisial EJ, yang sebelum dipecat terkait kasus ini bertindak sebagai kepala Kantor Cabang Bank Bukopin Karang Jati dan seorang pria berinisial AA yang sebelumnya sebagai accounting officer. Penyidik menjerat Pasal 49 Ayat 1 huruf a UU RI No 10/1998 perubahan atas UU No 7/1992 tentang perbankan jo Pasal 55 Ayat 1 KUHP.

Baca Juga: Skandal Bank Bukopin Balikpapan, Duit Rp110 Miliar Milik Nasabah Tak Bisa Dicairkan

Baca Juga: Korban Pencucian Uang Bank Bukopin Berbondong-bondong Lapor Polisi

Baca Juga: Raup Rp 130 Miliar, Dua Karyawan Bank Bukopin Balikpapan Jadi Tersangka

Pada pasal tersebut diuraikan, anggota dewan, komisaris, direksi, atau pegawai bank yang dengan sengaja mengubah, mengabulkan, menyembunyikan, menghapus data perbankan diancam dengan pidana penjara sekurang-kurangnya 5 tahun dan paling lama 15 tahun. Selain itu harus membayar denda sekurang-kurangnya Rp 10 miliar dan paling banyak Rp 20 miliar.

Kombes Pol Bharata Indrayana menambahkan, pihaknya saat ini mengembangkan TPPU. “TPPU sedang bergulir. Karena kondisi pandemi, protokol kesehatan kami utamakan dalam proses penyelidikan, penyidikan,” terang Alumni Akpol 1995 ini.

Diketahui, kasus dugaan penipuan berujung tindak pidana perbankan dan TPPU ini diketahui berawal dari pengusaha yang juga mantan Ketua KONI Balikpapan Roy Nirwan tak bisa mencairkan deposito senilai Rp 37,8 miliar di Bank Bukopin awal Februari lalu.

Kasus berkembang pada puluhan nasabah yang tak bisa menarik dananya dari program deposito yang diduga abal-abal tersebut. Diduga dalam kasus ini ada Rp 110 miliar uang nasabah Bank Bukopin yang belum diketahui nasibnya.

Selain itu pihak Bank Bukopin Kantor Cabang Utama (KCU) Balikpapan kasus ini juga sebagai korban. Mereka juga membuat LP 20 Februari ke Polda Kaltim mengadukan dua oknum karyawan tersebut.

(riyan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *