Sepanjang Tahun 2021, BNN Ungkap 5 Kasus Narkotika, dengan Bukti 21,55 Gram Jenis Sabu dan 33,54 Gram Jenis Ganja Sintetis

Balikpapan, Metrokaltim.com – Permasalahan narkoba tetap menjadi ancaman serius di tengah pandemi covid-19. Hasil uji publik survei prevalensi penyalahguna narkoba tahun 2021 yang diselenggarakan oleh BNN kota Balikpapan bekerjasama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) serta Badan Pusat statistik (BPS), mengungkapkan angka prevalensi penyalahguna narkoba secara nasional mengalami kenaikan dari 1,8 persen di tahun 2019 menjadi 1,95 persen di tahun 2021.

Kepala BNNK Balikpapan Risnoto menjelaskan, kenaikan angka prevalensi dibarengi dengan peningkatan angka penyalahguna narkoba pada kelompok umur 12-24 tahun dan didominasi kelompok perempuan.

“BNN kota Balikpapan juga dengan menggelorakan War on Drugs melakukan tiga strategi pendekatan P4GN, yaitu Soft Power Approach, Hard Power Approach dan Smart Power Approach,” ucap Risnoto saat press release akhir tahun 2021, Kamis (30/12) sore.

Pada Strategi Soft Power Approach, BNN melakukan tindakan preventif untuk membentuk ketahanan diri serta daya tangkal terhadap penyalahgunaan narkoba. Strategi ini menekankan program P4GN di bidang pencegahan, pemberdayaan masyarakat dan rehabilitasi.

Kelurahan Bersinar (Bersih Narkoba) menjadi program unggulan di bidang pencegahan. Untuk meningkatkan partisipasi dan kepedulian masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang kondusif dan aman. Para stakeholder mendukung BNN melakukan pembinaan program bersih narkoba serta pelatihan satgas anti narkoba di Kelurahan Manggar dan Sepinggan.

“BNN telah melaksanakan kegiatan advokasi dan komunikasi informasi edukasi (KIE) sebanyak 75 kegiatan dan melibatkan 4.283 peserta dari berbagai kalangan, baik melalui tatap muka atau digital. Serta mengedukasi bahaya narkoba dari media sosial, penyiaran dan media luar ruang yang dapat menjangkau khalayak lebih luas,” jelasnya.

Dalam rangka menggiatkan partisipasi masyarakat, BNN membentuk 110 penggiat anti narkoba di lingkungan pemerintah, swasta pendidikan dan masyarakat. Penggiat yang dibentuk dan dilatih, diharapkan menjadi penggerak semangat War on Drugs di tengah masyarakat. BNN juga bekerjasama dengan para pihak telah melaksanakan deteksi dini tes urine kepada 1.140 orang dengan sample positif 7 orang.

Sementara rehabilitasi bertujuan mewujudkan kepulihan dari ketergantungan narkotika. BNN telah menyelenggarakan layanan rehabilitasi kepada 91 orang, dengan rincian 73 orang rehabilitasi rawat jalan dan 18 orang rujukan rawat inap.

“BNN Balikpapan juga membentuk unit rehabilitasi dari kelompok masyarakat disebut intervensi berbasis masyarakat (IBM) sebagai kolaborasi program Bersinar di Kelurahan Manggar,” paparnya.

IBM merupakan program yang menangani penyalahgunaan kategori ringan dengan pendekatan sederhana. BNN juga melakukan pemberdayaan Tim Asesmen Terpadu (TAT) kepada 19 orang.

Strategi Hard Power Approach melalui aspek penegakan hukum, sepanjang 2021 BNN telah mengungkap lima kasus narkotika, dengan 6 tersangka dengan barang bukti narkotika jenis sabu sebanyak 21, 55 gram dan narkotika jenis tembakau ganja sintetis sebanyak 33,54 gram. Capaian ini telah melebihi target yang ditetapkan sebanyak 4 kasus di tahun 2021.

“Untuk Smart Power Approach dalam upaya penanggulangan permasalahan narkoba, BNN memanfaatkan penggunaan teknologi informasi diera digital dalam aspek P4GN,” terangnya.

Atas pelaksanaan program P4GN serta capaian kinerja tahun 2021, BNN mengapresiasi seluruh stakeholder terutama komponen masyarakat atas dukungan dan partisipasinya. BNN berharap sinergitas dengan para stakeholder serta seluruh komponen masyarakat dalam dapat berjalan secara konsisten dan berkesinambungan pada tahun mendatang.

(Mys/Ries)

Leave a Reply

Your email address will not be published.